RECKLESS

RECKLESS

  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 9, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Andrew, aku salah ya kalo kebahagiaan aku itu Iqbal. Aku terlalu berharap ya? iya kan?" Hancur. Satu kata yang Shera dapatkan dan rasakan saat ini. Gadis itu menangis deras dipelukan Andrew. Lelaki yang dianggap rumah oleh Shera ternyata sedari awal tidak pernah menjadikan nya sebagai tuan rumah. Lelaki yang selalu dianggap penting ternyata Shera tidak sepenting itu untuk nya. Lelaki yang selalu dibanggakan kepada dunia, ternyata sebercanda itu bagi nya. Lelaki yang selalu berucap manis seolah akan selama nya begitu, ternyata menjadi pahit dan berakhir saat itu. Lelaki yang selalu bersikap memberi harapan ternyata sedari awal tidak pernah ada harapan. Lelaki yang dijadikan pusat kebahagiaan, juga ternyata menjadi pusat kekecewaan. Lelaki yang diharapkan tidak akan pergi, justru ia akan pergi dan tidak akan pernah kembali lagi. Dia, Iqbal Pratama. ©cessabersye
All Rights Reserved
#15
alicia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • HILANG [Segera Terbit]
  • RION IS MY MANTAN!
  • The Reason is You
  • 𝓑ehind the rain
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • ALRIN
  • Eimaikala
  • [✔] AKSARASSA

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines