RECKLESS

RECKLESS

  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 9, 2023
"Andrew, aku salah ya kalo kebahagiaan aku itu Iqbal. Aku terlalu berharap ya? iya kan?" Hancur. Satu kata yang Shera dapatkan dan rasakan saat ini. Gadis itu menangis deras dipelukan Andrew. Lelaki yang dianggap rumah oleh Shera ternyata sedari awal tidak pernah menjadikan nya sebagai tuan rumah. Lelaki yang selalu dianggap penting ternyata Shera tidak sepenting itu untuk nya. Lelaki yang selalu dibanggakan kepada dunia, ternyata sebercanda itu bagi nya. Lelaki yang selalu berucap manis seolah akan selama nya begitu, ternyata menjadi pahit dan berakhir saat itu. Lelaki yang selalu bersikap memberi harapan ternyata sedari awal tidak pernah ada harapan. Lelaki yang dijadikan pusat kebahagiaan, juga ternyata menjadi pusat kekecewaan. Lelaki yang diharapkan tidak akan pergi, justru ia akan pergi dan tidak akan pernah kembali lagi. Dia, Iqbal Pratama. ©cessabersye
All Rights Reserved
#52
darren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • Trust Me
  • ADYRA
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Misunderstand
  • Don't Talk About Money
  • ALRIN
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • ALONE
  • My Cold Boyfriend

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines