Story cover for RECKLESS  by cessabersye
RECKLESS
  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published Aug 19, 2021
"Andrew, aku salah ya kalo kebahagiaan aku itu Iqbal. Aku terlalu berharap ya? iya kan?" 

Hancur. 

Satu kata yang Shera dapatkan dan rasakan saat ini. Gadis itu menangis deras dipelukan Andrew. 

Lelaki yang dianggap rumah oleh Shera ternyata sedari awal tidak pernah menjadikan nya sebagai tuan rumah.

Lelaki yang selalu dianggap penting ternyata Shera tidak sepenting itu untuk nya.

Lelaki yang selalu dibanggakan kepada dunia, ternyata sebercanda itu bagi nya. 

Lelaki yang selalu berucap manis seolah akan selama nya begitu, ternyata menjadi pahit dan berakhir saat itu. 

Lelaki yang selalu bersikap memberi harapan ternyata sedari awal tidak pernah ada harapan. 

Lelaki yang dijadikan pusat kebahagiaan, juga ternyata menjadi pusat kekecewaan. 

Lelaki yang diharapkan tidak akan pergi, justru ia akan pergi dan tidak akan pernah kembali lagi.

Dia, Iqbal Pratama. 

©cessabersye
All Rights Reserved
Sign up to add RECKLESS to your library and receive updates
or
#700hts
Content Guidelines
You may also like
F A K E ? [End] by zeevadeva__
58 parts Complete
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
You may also like
Slide 1 of 10
SERENDIPITY [COMPLETED] cover
My Cold Boyfriend cover
HEARTBREAKING (On Going) cover
ALONE cover
HILANG [Segera Terbit] cover
𝓑ehind the rain cover
F A K E ? [End] cover
Don't Talk About Money cover
Misunderstand cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover

SERENDIPITY [COMPLETED]

28 parts Complete

"Gue nggak pernah nyangka mencintai lo itu adalah ketidaksengajaan yang sangat menyenangkan, terus berulang dan tak pernah mau berkurang," -Natasya Khairunisa Wijaya, gadis periang,manis dan penuh cerita "Gue di lahirkan karna gue di takdirkan buat jagain peri kecil yang tuhan titipkan buat gue, peri yang akan gue bawa ke sebuah negri dongeng terindah yang akan membuat seluruh peri iri sama lo, karna di jagain pangeran tampan kayak gue" -Aprian Daylon Adlino, lelaki tampan nan menawan yang penuh ambisi. Seperti serendipity, sebuah ketidaksengajaan yang sengaja semesta ciptakan untuk mereka berdua, rintangan,kebahagiaan atau bahkan kesedihan yang akan menjadi akhir cerita dari kisah mereka? Selamat membaca ❤ #Kulitkuaci #Serendipity #TaraMarischa #sad #Rian #Icha #remaja #sekolah #romantis #lucu