BATAS
  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 22, 2021
Nirwana Sekar Pradipta gadis berusia 17 tahun yang memiliki kelebihan indera keenam. Melihat bagaimana bentuk makhluk tak kasat mata dan tak jarang makhluk tersebut berkomunikasi dengan dirinya untuk meminta tolong bahkan masuk dalam dirinya tanpa izin, sebuah hal yang sangat melelahkan bagi Nirwana. Bukan hanya itu, beberapa kali gambaran masa lalu maupun masa depan melintas membuat gadis itu frustasi sebab gambaran itu bagai puzzle yang berhamburan, menata makna dari gambaran tersebut bukan hal yang Nirwana sukai, bahkan dia sangat membenci hal tersebut sebab menguras energinya dengan drastis. "Jangan terlalu masuk" Ujar perempuan tua dengan cerutu yang berada di tangannya, mulutnya menghembuskan asap ke udara terbuka, matanya menatap ke luar pekarangan dari balik jendela. Dia Eyang Warsi, Nenek Nirwana. "Kita dan mereka punya batas" Eyang Warsi melanjutkan ucapannya masih melihat ke luar jendela tanpa menatap Nirwana "Mereka kadang menipu, kamu harus bisa membedakan mana yang benar-benar bisa kamu tolong" Mata tua Eyang Warsi melihat ke arah Nirwana dengan sorot yang tegas. Gadis itu hanya bisa mengangguk. "ingat jangan melewati batas!" tegas perempuan tua itu untuk ke sekian kalinya
All Rights Reserved
#36
ceritahorror
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PLEASE SAY "AISHITERU"
  • Another Soul (Transmigrasi) [END]
  • Shraddha : Bisikan dari Lorong Tua
  • Rahasia Kita [END]
  • Jiwa Yang Berbeda ? (End)
  • DAKSA [END]
  • Raden
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Fractured Cheerfulness (On Going)

Gadis itu nampak begitu anggun meski hanya memakai T-shirt warna kuning dengan kaca mata nangkring manis dihidung mancungnya, tubuhnya tinggi semapai dengan kulit putih halus, hidungnya mancung, matanya begitu indah dengan mulut mungil berwarna ranum alami. Dia berjalan keluar dari bandara tapi tubuhnya seakan terpental ketika bertabrakan dengan seorang lelaki. Ya lelaki yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Baru kali ini dia melihat lelaki yang bisa membuat wajahnya merona meski hanya ditatap. "sumimasen, anata wa daijoubu desu ka?" ("ma'af, anda tidak apa-apa?") tanya lelaki beralis hitam itu, wajahnya putih mulus dengan mata sedikit sipit, nampak terlihat campuran dari beberapa negara terlihat jelas diwajahnya. "hai, daijoubu desu." ("ya, saya tak apa-apa") jawab wanita cantik yang berhasil membuat lelaki itu diam-diam kagum untuk beberapa saat. "stefaaaan..." "sakuraaa...." teriakan yang hampir bersamaan ditempat yang berbeda, membuat mereka berdua melangkah kearah yang berbeda, sebelum sakura melangkah jauh kakinya terhenti, dengan cepat dia membalikkan badannya dan memanggil lelaki yang disebut stefan itu. "Chotto matte kudasai." ("tolong Tunggu sebentar'') kata sakura membuat stefan terhenti. "nani?" "aku anggap tabrakan ini sebagai hal yang kebetulan, jika suatu saat aku bertemu denganmu secara tak sengaja untuk yang kedua kali aku anggap itu sebagai takdir, dan jangan sampai kita bertemu secara kebetulan untuk yang ketiga kali, karena aku tak akan tinggal diam tuan, karena aku akan menganggap itu sebagai jodoh" kata sakura langsung pergi meninggalkan stefan yang masih mematung dengan ucapannya. warning: konten 18++

More details
WpActionLinkContent Guidelines