We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Chirapto Phobia

Chirapto Phobia

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 23, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Don't touch me!" "Dih emang gua kuman apa yang gak boleh megang lu hah?" "Emang lu kuman, makanya gua jijik di pegang sama lu" Jeanita Dzayyana adalah seorang gadis remaja berumur 17 tahun yang saat ini sedang mengalami pubertas. Gadis berambut panjang ini sangat tidak senang ketika seseorang menyentuh dirinya, bahkan untuk berjabat tanganpun ia tak ingin dan hanya mampu memberikan tongkat berwarna putih kesukaannya itu sebagai pengganti jari jemarinya yang mungil. Chirapto Phobia, adalah phobia yang ia alami sejak dirinya duduk di bangku SD kelas 6. Chirapto Phobia adalah keadaan dimana seseorang takut untuk di sentuh. Berbeda dengan Jason yang sering sekali berganti ganti wanita bahkan sering "menyentuh" wanita wanita itu. Akankah Jason mampu menyembuhkan phobia yang di derita oleh gadis itu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Miracle of Survival [END]
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
  • Gugusan Rasa (Buku Satu)
  • The High Class
  • Wrong Dream
  • PHOBIA(Comeback)-TAMAT
  • DAKSA [END]
  • Laughter Scares Me [END]

"Bahagia? Bahkan aku terlalu takut buat mikirin hari esok." Ucapannya lirih, tapi cukup menusuk di antara dinginnya malam. Matanya kosong, seolah raganya hadir di sana, tapi pikirannya tersesat entah ke mana. Sejak kecil, hidup tak pernah memberinya ruang untuk bernapas lega. Bahagia hanya terdengar indah di kepala orang lain, tapi tak pernah nyata dalam hidupnya. Terlalu banyak kehilangan, terlalu banyak luka, sampai ia kebal-bahkan pada harapan. Suara-suara yang tak bisa ia hentikan, bayangan-bayangan yang tak bisa ia usir; skizofrenia mengurungnya dalam dunia yang tak dipahami siapa pun, bahkan dirinya sendiri. Hari esok? Baginya, lebih menakutkan dari hari ini. Karena esok hanya menuntut satu hal: "Masih kuat, nggak?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines