Yang Belum Selesai

Yang Belum Selesai

  • WpView
    Reads 216
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 7, 2021
Menggapaimu nyatanya tidak semudah yang orang lain katakan, Kamu mungkin berdiri dihadapan ku sekarang. namun nyatanya tubuh mu pun tak bisa ku rengkuh atau sekedar ku sentuh. terlalu sulit seperti ada tembok tak kasat mata yang menjulang tinggi membatasi antara aku dan kamu berdiri sekarang. Mengapa jika tidak di takdirkan bersama kita selalu terikat untuk berada dalam situasi yang sama terus menerus. aku melangkah pergi namun seolah² takdir sengaja mendekatkan langkah mu untuk menghampiri ku. Jika dengan kita bersama rasanya akan sangat menyakitkan seperti ini mengapa tidak untuk mulai saling melepaskan? aku memilih pergi mengapa kamu memilih bertahan? apa yang sebenarnya kita inginkan? apa yang sebenernya semesta rencanakan untuk kita? Aku ingin bisa bersamamu dan kamu pun sebaliknya. memperjuangkan yang tidak akan pernah bisa terjadi rasanya mustahil bisa kita lakukan. Argabella❤️
All Rights Reserved
#206
friends
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • AYARA [END]
  • Sebuah Rasa
  • FIZYA
  • Ini Aku, Erlang
  • Let Me Love You Longer
  • S T E V E
  • I'm okay (END)
  • REIHANA [Completed]
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines