Story cover for ATHALA MISERY by Aflkh02
ATHALA MISERY
  • WpView
    Leituras 1,194
  • WpVote
    Votos 157
  • WpPart
    Capítulos 55
  • WpView
    Leituras 1,194
  • WpVote
    Votos 157
  • WpPart
    Capítulos 55
Em andamento, Primeira publicação em ago 21, 2021
"Gue gila!"

"Gue bodoh!"

"GUE NGGAK BERGUNA!" jeritnya keras. Bibirnya tersenyum hambar, meskipun matanya tak berhenti mengeluarkan air mata. Ia merasakan sesak yang begitu dasyat di dadanya. Dan lagi-lagi darah kembali mengalir dari hidungnya, Ia berusaha menyeka darah itu, namun tiba-tiba...

••••••

"Beri gue kematian!" 

"Karena cuman itu yang bisa bikin gue bebas!"

••••••

"Tuhan nggak mau gue bebas, Raf. Buktinya gue masih dibiarin hidup sampai sekarang!"

•••••••

Manusia memang pintar dalam membuat luka, sampai mereka lupa jika menghilangkan bekasnya tidak semudah menciptakannya.
Todos os Direitos Reservados
Índice
Inscreva-se para adicionar ATHALA MISERY à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#72menyerah
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
Bulan Retak di Langit Senja cover
TRANSMIGRASI BAKA!! (HIATUS)  cover
Raina Maramitha cover
Different [END] cover
Let Me Love You Longer cover
Crazy Couple [End] ✔ cover
SUARA BIA (TAMAT) cover
ALSTARAN [END] cover

Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]

13 capítulos Em andamento

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."