ATHALA MISERY

ATHALA MISERY

  • WpView
    Reads 1,609
  • WpVote
    Votes 157
  • WpPart
    Parts 55
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 10, 2023
"Gue gila!" "Gue bodoh!" "GUE NGGAK BERGUNA!" jeritnya keras. Bibirnya tersenyum hambar, meskipun matanya tak berhenti mengeluarkan air mata. Ia merasakan sesak yang begitu dasyat di dadanya. Dan lagi-lagi darah kembali mengalir dari hidungnya, Ia berusaha menyeka darah itu, namun tiba-tiba... •••••• "Beri gue kematian!" "Karena cuman itu yang bisa bikin gue bebas!" •••••• "Tuhan nggak mau gue bebas, Raf. Buktinya gue masih dibiarin hidup sampai sekarang!" ••••••• Manusia memang pintar dalam membuat luka, sampai mereka lupa jika menghilangkan bekasnya tidak semudah menciptakannya.
All Rights Reserved
#352
konflikkeluarga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • I'm Rafkal Not Raskal !!
  • Crazy Couple [End] ✔
  • Aderaga [ON GOING]
  • Raina Maramitha
  • ALVASANDRA
  • Stronger Than Another
  • Let Me Love You Longer
  • The Guitarist
  • Bulan Retak di Langit Senja

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines