Where did the house go?

Where did the house go?

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 7, 2022
Bagaimana rasanya punya rumah utuh? Seperti nya bahagia ya apalagi rumah utuh itu didalamnya terdapat sebuah keluarga harmonis dan romantis. Novi, gadis remaja yang sudah tidak memiliki rumah utuh seperti yang kebanyakan teman temannya punya. (Rumah utuh disini bukan maksudnya rumah beneran ya gais cuman ibaratnya keluarga yang utuh atau rumah rusak, keluarga yang berantakan). Terkadang Novi merasa iri jika melihat pemandangan di depannya itu tentang sebuah keluarga yang sangat harmonis. Apalagi ketika temannya bercerita betapa beruntungnya ia memiliki seorang ayah yang sangat berjasa dan selalu jadi pahlawan untuknya. Novi selalu menangis sendiri di kamarnya, hanya di temani bantal dan guling yang menjadi saksi bisu Novi saat merasa kesepian dan sedih. Kenapa Novi tidak seperti mereka? Kenapa harus Novi yang memiliki jalan takdir seperti ini. Katanya kalo kita anak broken home berarti kita anak pilihan Tuhan, anak kuat. Tapi Novi tidak kuat, Novi lemah jika ditanya tentang orang tua. Novi ingin merasakan bagaimana punya rumah asli yang utuh? Tempatnya beristirahat, mengadu keluh kesah, menangis dan di peluk. Bukan robot bego yang ga tau gimana definisi rumah. Yang sejauh apapun Novi pergi ia akan kembali ke rumah itu dan merasakan tenang, bukannya bentakan, caci maki dah rasa tidak tenang untuk tinggal di rumah dengan mamah atau bapa, hufff:) Akankah Novi menemukan rumah, untuk tempatnya berkeluh-kesah dan di balas pelukan, mungkin seperti nya akan dari seseorang. Entah dari teman, nenek, atau bahkan pacar? Oh bisa jadi jodoh nya kelak? Jangan lupa baca dan kasih votmen ya gaiss, biar bisa ikutan kisah Novi sampai bisa menemukan rumah aslinya. See u❤️
All Rights Reserved
#31
novi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Nayara [ TERBIT ]
  • RUMAH KITA
  • CHAVANDA
  • Our Emergency Calls
  • HOME SWEET HOME [SUDAH TERBIT]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Kau Rumahku
  • S T E V E

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines