Titip Rindu Untuk Ibu

Titip Rindu Untuk Ibu

  • WpView
    Reads 143
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 1, 2021
GENRE MELOW ✨ Aku tak pernah mampu memilih akan lahir dari rahim ibu yang mana, atau memilih siapa yang menjadi Bapakku. Namun waktu mengajarkanku bahwa hidup itu harus disyukuri. Bagiku, Ibu adalah sosok wanita yang paling hebat, sosok yang sangat-sangat kubutuhkan. Aku bangga pada sosok ibuku yang sederhana. Mungkin Tuhan memang memberiku takdir seperti ini. Menjadi seorang anak yang kerap membuatnya menangis, kerap membuatnya bersedih, meski senyum dan tatapan matanya penuh cahaya itu selalu mencoba untuk menutupinya. Ketika mereka bangga pada sosok bapak, maka akulah yang akan berdiri paling depan untuk mengatakan betapa bangganya aku pada Ibu. "Aku rindu pada setiap nasehat yang diberikan nya, Omelan-omelan ibu ketika aku melakukan kesalahan, semua tentang ibu aku rindu :' " Jika ada kehidupan setelah ini. Jika Tuhan memberiku hidup dari awal lagi. Percayalah aku akan hidup dengan tetap memilih menjadi anakmu. Akan kuhabiskan sisa hidupku hanya untuk bersamamu, di sini, di dunia ini hingga surga nanti. Aku bahagia menjadi anakmu Aku Rindu kehadiran mu "bu" Dunia ini seakan berhenti tanpa kehadiranmu "bu" [- Zaa] Copyright 2021 by ukhtyyzaa
All Rights Reserved
#68
bidadarisurga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Flight
  • Terima Kasih (DALAM PROSES PENERBITAN)
  • KARMA (Tamat)
  • Obsesi My Brother | SELESAI
  • El and Jerganio (End)
  • Saturnus,Uranus,Neptunus [BXB] [BL]
  • Ad Meliora || END✓
  • Surat Cinta Untuk Ibu
  • Dinikahin ayah tiriku[21+]{Slow Update}
  • Ruby Kaesta V Or G  [TERBIT]
Flight

Kamu tau bagaimana sakit kehilangan orang tua diusia yang cukup belia?, apa kamu pernah merasakan sesaknya tidak punya siapa siapa didunia?, Pernahkah kamu merasa ketakutan seperti yang kualami saat kakak angkatku berusaha merencanakan kematianku?. Semua itu kurasakan, kualami dengan rentang waktu yang berdekatan saat usiaku bisa dibilang masih kanak kanak. Untunglah selama kesakitan itu berlangsung ada sesosok malaikat tak bersayap yang mampu memberiku pelukan hangat setiap saat. Untukmu.. Terimakasih.... Selama ini telah menjadi tempat ternyamanku untuk singgah. Menjadi tempat terbaikku untuk berkeluh kesah. Menjadi tempat pulang untuk aku yang kehilangan arah. Meski kutau jika hadirmu hanyalah sebagai tempat singgah untuk diriku yang sudah lama kehilangan rumah. Terimakasih.... Sudah menemaniku merajut mimpi yang tidak bisa kulakukan sendiri, menjadi bahu terkuat yang membantuku menghadapi rintangan bertubi tubi. Memberiku peluk hangat untuk jiwaku yang dilanda sepi dan selalu membuatku yakin jika semua yang terjadi akan bisa kulewati. Terimakasih.... Telah membantuku menyambung sayap sayapku yang patah, mengobati luka dahulu kuanggap mustahil untuk disembuhkan, menyelamatkanku dari kehidupan yang senantiasa terancam. Meski hidupmu bukanlah tentang aku, tapi hidupku bersumber dari cintamu. **<>**

More details
WpActionLinkContent Guidelines