Hari Ini, Esok, dan Nanti

Hari Ini, Esok, dan Nanti

  • WpView
    Reads 149
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 24, 2021
Terinspirasi dari kisah nyata. Seluruh nama tokoh dan tempat kejadian disamarkan. Jangan lupa follow sebelum baca. 18+ Diterima di PTN jalur mandiri dengan uang masuk selangit, dan orang tuanya tiba-tiba terlilit hutang membuat Kumala Rindu frustasi mencari uang. Rindu yang bertekad kuat untuk menjadi sarjana untuk mendapat pekerjaan yang lebih baik dan melunasi hutang orang tuanya yang menggunung pun menerima tawaran dari temannya untuk menjadi Sexy Dancer dan LC disalah satu club malam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bumi Milik Sana
  • THE NEW GIRL [SELESAI]
  • Tanpa Rasa (TAMAT)
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • Titik Nadir
  • Noda Masa Lalu (TAMAT)
  • (My) DOSEN ?
  • When I'am Loving You [On Going]
  • CLASS F

Sana dihukum setelah menghabiskan uang ratusan juta dalam waktu singkat, semua fasilitasnya dicabut dan hanya diberikan uang bulanan secukupnya. Kepepet membutuhkan uang tambahan, Sana menyetujui tawaran dosen killer-nya, Bhumi, untuk menjadi asisten. Namun, semakin lama, Sana semakin terlibat ke dalam kehidupan Bhumi, juga terlibat perasaan yang tidak bisa Sana hindari. *** Sanalia Afiyah Anugerah dihukum dan hanya diberikan uang jajan bulanan secukupnya setelah menghabiskan ratusan juta dalam dua hari. Terbiasa dengan fasilitas yang diberikan papanya, Sana kalang-kabut dan kehabisan uang jajan dalam waktu kurang dari seminggu. Sewaktu kepepet, Sana tidak sengaja bertemu dengan Bhumi--dosen galak yang membuatnya tidak lulus di satu mata kuliah--saat ingin meminta uang jajan tambahan pada omnya. Bhumi pun menawarkan solusi untuk Sana, menjadi asistennya dan mendapatkan gaji setiap bulan. Sana menerima tawaran Bhumi meski gajinya tidak banyak, paling tidak Sana tidak lagi harus mengirit uang jajan selain sering dapat makan siang gratis. Namun, semakin lama menjadi asisten Bhumi, Sana semakin terlibat ke dalam kehidupan dosennya itu, mengenai Bhumi yang ternyata dekat dengan papanya, Bhumi yang adalah duda anak satu, dan perasaan Sana untuk Bhumi yang tidak bisa dia hindari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines