Sun and Moon

Sun and Moon

  • WpView
    Reads 72,498
  • WpVote
    Votes 5,274
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 24, 2022
"Kok nggak segera ambil wudhu dek? Nanti keburu antri." Danendra menoleh pada bapak-bapak yang sedang melepaskan sepatunya. Danendra tidak menjawabnya melainkan mengeluarkan kalung salib yang berada di lehernya, bapak-bapak itu lalu mengangguk. "Cinta beda agama, atau nungguin temen?" "Cinta beda agama." Jawab Danendra dengan lirih lalu mengembalikan kalung salib nya seperti semula. Bapak-bapak tersebut menatapnya iba. "Ada banyak wanita di luar sana yang beragama sama dengan kamu, tapi kenapa kamu malah melirik ke masjid. Ingat wanita muslim butuh imam dan imamnya bukan pendeta." "Emang banyak wanita yang beragama sama seperti saya, tapi saya hanya mampu menatapnya seorang." Ucap Danendra dengan pelan seakan mulutnya tak ingin mengeluarkan kata-kata lain.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • C I N (T) A (COMPLETE)
  • CINTA SEGITIGA [END]
  • Perjalanan Cinta Seorang Mualaf
  • Tentang Kamu, Nadia
  • Imam untuk Gladysa✓
  • PRIVATE MOVIE  [On Going]
  • Catatan Hijrah
  • Rindu yang Tak Berujung (Selesai)
  • SERIBU HADITS✓

Maura membutuhkan uang untuk menyelesaikan kuliahnya, dimana di dalam benaknya hanya ada satu nama yang bisa membantu. Ya, Andi Pramudia, dosen sekaligus dosen pembimbingnya, pria yang masih lajang di usia yang cukup matang. "Bapak mau gak sama saya?" Andi menatap ke arah mahasiswanya yang duduk berhadapan dengannya. "Maksud kamu?" "Saya mau bapak bantu saya untuk menyelesaikan kuliah ini, dan sebagai gantinya saya siap menjadi pasangan Bapak." "Eh... Saya masih virgin Pak. Jadi Bapak tidak akan dapat bekas." Lanjutnya dengan wajah yang bersemu. "Berapa uang yang kamu butuhkan?" Maura terdiam sejenak sebelum menghitung biaya yang akan ia butuhkan sampai mencari kerja. "Kurang lebih seratus juta Pak." "Oke." Andi Pramudia langsung mengambil ponselnya dan membukanya mobile banking dimana sekian detik uang itu berpindah ke rekening Maura. "Eh Bapak langsung transfer? Aduh Pak." Bunyi notifikasi masuk membuat Maura terkejut, "Bapak serius ini?" Bukan wajah lega yang dipadatkan oleh Maura tapi ketakutan. "Jadi kamu harus siap menjadi pasangan saya, dan lagi lusa saya akan ajak kamu nikah." Ucapan yang membuat Maura terdiam membatu, membayangkan menjadi istri seorang Andi Pramudia. Ya Tuhan apakah ini akan membawanya ke lembar kehidupan yang baru dan bahagia atau sebaliknya? Tbc

More details
WpActionLinkContent Guidelines