Ini tentang Arshaka, anak pertama yang mencoba menjadi Abang yang baik untuk adiknya Sabita. Arshaka si mood booster bagi sahabatnya. Arshaka yang selalu mengalah demi sahabatnya. Arshaka yang berusaha melindungi adiknya, dan Arshaka yang mencintai Abel.
Arshaka ini netral, badboy bukan, good boy juga bukan. Kadang jadi badboy kadang jadi good boy, itulah Arshaka.
Kalau kata Sabita Abang nya itu paket lengkap, dia bisa jadi ibu bagi Sabita, dia juga bisa jadi Ayah untuk Sabita. Selain ganteng abangnya Sabita ini juga pintar, dan juga bucin Abel tentunya.
"gue cuma suka tiga wanita di dunia ini, pertama Mami, kedua Sabita, ketiga Abel, selain itu skip deh." Arshaka.
Di cerita ini tidak hanya tentang cinta anak remaja, tapi juga tentang persahabatan, keluarga, dan arti kehilangan.
Selamat datang di kehidupan Arsaka yang penuh tawa dan juga luka.
⚠️ CERITA INI MURNI DARI HALUAN KU SENDIRI, DAN INI BUKAN PLAGIAT SAMA SEKALI!
cover by pinterest
semua pict yang ada didalam cerita ini dari pinterest.
JANGAN LUPA FOLLOW YA!
Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah.
Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi.
Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah.
Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan.
Aksa pernah berkata:
"Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar."
Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga.
Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava.
Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya.
Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama.
**
"Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?"
"Tunggu gue sukses."
**
"Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia."
***