Deep Blue

Deep Blue

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 1, 2022
WpInfo
Non-Fiction
{Novela} ♤ Berlanjut ♤ Banyak yang berkata bahwa rumah adalah tempat ternyaman dan tempat kita pulang, tetapi tidak semuanya merasa nyaman di rumah. Apakah kepulangan berarti kita kembali ke rumah? ¤¤¤ Darya yang kabur mempertanyakan perasaan yang mengganjal. Kenapa dia masih tidak merasa lega? Emir menghadapi tekanan terhadap hal yang dianggap penting. Mavin tidak pernah merasa aman di rumahnya, pun tidak bisa pergi. Masing-masing memiliki arti pulang tersendiri, dan mereka bertemu di persimpangan yang sama.
All Rights Reserved
#154
biru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not My Home (On going) Hiatus
  • Eliinaa
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • FAMILY? [END]
  • It's Okay That's Friendship
  • SIBLINGS
  • SKY
  • DUNIA HAMPA
  • Rumah Tenda

"Kadang, pulang tidak membuatmu merasa di rumah." Alvaro tidak ingat siapa dirinya, dan mungkin ia tak ingin mengingat. Hidupnya adalah perjalanan penuh luka, kebisingan yang tak dimengerti, dan wajah-wajah yang terasa asing... hingga semuanya berubah saat ia dibawa ke tempat itu-mansion megah dengan keluarga yang mengaku mengenalnya. Mereka bilang dia anak mereka. Mereka memeluknya seperti darah daging. Tapi bagaimana jika yang mereka cintai bukan dirinya, melainkan bayangan dari anak yang telah lama hilang? Di antara kehangatan yang terasa asing dan senyuman yang terlalu sempurna, Alvaro mencoba bertahan. Tapi semakin ia menolak untuk peduli, semakin dalam ia ditarik ke dalam pusaran masa lalu yang seharusnya tak pernah kembali. Karena rumah... kadang bukan tempatmu merasa aman. Tapi tempat semua rahasia menunggu untuk ditemukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines