ASTERISM

ASTERISM

  • WpView
    Reads 242
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 19, 2023
Empat manusia, empat lelaki, empat bintang yang kehilangan sinarnya. Tengah mencari-cari eksistensi pendar cahaya yang mereka pun tak tahu berada di mana. Arjuna, Devan, Rey dan Kenzie memanglah istimewa dan nyaris sempurna. Menjadi kelompok tokoh terkenal dalam bidang musik membuat mereka dicintai oleh banyak orang terutama penggemarnya. Namun tahukah mereka, bahwa empat lelaki ini semata-mata hanyalah makhluk tuhan yang memiliki takdir serta kisah hidup berliku-liku. Nestapa, penuh sengsara, amat kelam dan begitu pilu. Lantas bagaimana cara mereka menjadi sebuah bintang untuk menyinari kisah mereka sendiri? Akankah para bintang ini menemukan cahaya untuk menuntun mereka pada sinar cakrawala yang begitu benderang di tengah gulitanya kisah kelam?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KALA BIRU DEWATA
  • Lima Pandhawa [END]
  • Sun! -orine
  • FROM DREAM SHOW #1 - Dear DREAM
  • Awan Abu-Abu [END]
  • Stars in a Jar
  • In Blue
  • NESTAPA [On Going]

Ada masa ketika Azura Arilantari Hardianto percaya bahwa setiap bintang memiliki cerita. Sirius adalah miliknya, dan Canopus adalah milik seseorang yang dulu berdiri di sampingnya. Mereka menunggu bintang-bintang muncul seperti menunggu rahasia kecil yang hanya dimengerti oleh dua anak yang tumbuh bersama dalam cahaya senja. Kini, saat Azura kembali ke rumah lamanya di Bali, deru laut dan langit senja membuka kembali pintu yang selama ini dia tutup rapat. Kisah keluarga, keputusan yang belum selesai, dan seseorang yang pernah menjadi pusat kecil dalam hidupnya. Di antara wajah-wajah yang telah berubah, satu nama kembali menggema. Dewata. Di pulau Dewata bersama Dewata. Tanpa sadar, Azura kembali terseret ke dalam orbit yang dulu pernah menjadi pusat semestanya. Di bawah biru-keunguan langit Bali, ombak yang tak pernah berhenti bergerak, dan bintang yang pernah mereka tunggu bersama. Sirius dan Canopus, mampukah dua cahaya yang lahir dari tempat berbeda akhirnya bertemu dalam langit yang sama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines