Story cover for DEVIL WEAKNESS by MelanieKyuMinElfSha
DEVIL WEAKNESS
  • WpView
    Reads 9,904
  • WpVote
    Votes 1,244
  • WpPart
    Parts 30
  • WpView
    Reads 9,904
  • WpVote
    Votes 1,244
  • WpPart
    Parts 30
Complete, First published Aug 22, 2021
Mature
Ketidakpercayaan Kyuhyun pada cinta membuatnya tumbuh menjadi Iblis tak berperasaan. Ia menjadi pendendam dan akan membalaskan itu semua pada orang-orang yang selalu menghinanya sejak kecil.

Orang bilang hampir semua lelaki lemah akan kedudukan, harta dan perempuan, namun Kyuhyun tidak! Dia sama sekali tak butuh akan tiga hal tak penting itu! Iblis tak berperasaan yang ada di hati Kyuhyun tak memiliki kelemahan sama sekali.

Dan selamanya akan seperti itu... Pikirnya sombong.
All Rights Reserved
Sign up to add DEVIL WEAKNESS to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
DESTROYED by vrey53
44 parts Ongoing
Yeonjun hidup dengan api kebencian yang membakar setiap sudut hatinya, mengarahkannya pada satu tujuan-Taehyun. Baginya, Taehyun adalah simbol dari luka yang ia derita, alasan di balik kehancuran yang tak pernah bisa ia sembuhkan. Taehyun, di sisi lain, hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak terdefinisi. Ia merasa berhutang pada Yeonjun atas dosa yang mungkin tak pernah ia lakukan, tetapi terus menghantuinya. Kebencian Yeonjun tak berhenti di sana. Ia Menginginkan lebih dari sekedar balas dendam-ia menginginkan kendali atas Taehyun, bahkan jika itu berarti merenggut Jessie darinya. Dalam kebingungannya, Taehyun memilih untuk mengalah. Ia menyerahkan Jessie-kekasihnya sendiri kepada Yeonjun, bukan karena tak lagi mencintainya, tapi karena rasa tanggung jawab yang terus membebaninya, seakan menghancurkan setiap kepercayaan yang tersisa pada dirinya sendiri. Yeonjun memenangkan permainan, tetapi kemenangan itu pahit, penuh dengan kepalsuan. Sementara Taehyun terjebak dalam lingkaran rasa bersalah dari kesalahan yang tak sepenuhnya ia pahami. Dan Jessie? Ia tertinggal, hancur oleh cinta yang direnggut darinya, menjadi korban perang emosi yang tak pernah ia pilih untuk ikut serta. Ia mencintai Taehyun, tapi cinta itu tak cukup kuat untuk melawan rasa bersalah yang dibawa Taehyun. Mereka bertiga seperti daun yang terombang-ambing oleh angin. Tapi angin itu, ternyata bukan alam, melainkan hembusan dari jiwa yang tak terlihat, menebar kekacauan dalam senyap.
You may also like
Slide 1 of 10
DESTROYED cover
The Heirs cover
YOUNG LADY cover
I LOVE YOU MY ... [END] cover
Let Me Live cover
Cut! You Stole My Heart! [KOOKJIN /2025] ✅️ cover
Fairytale - Yongseo cover
My Angel And My Devil (END) cover
eoma appa sarange(kyuyoung fanfiction)  cover
Bad Love [√] cover

DESTROYED

44 parts Ongoing

Yeonjun hidup dengan api kebencian yang membakar setiap sudut hatinya, mengarahkannya pada satu tujuan-Taehyun. Baginya, Taehyun adalah simbol dari luka yang ia derita, alasan di balik kehancuran yang tak pernah bisa ia sembuhkan. Taehyun, di sisi lain, hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak terdefinisi. Ia merasa berhutang pada Yeonjun atas dosa yang mungkin tak pernah ia lakukan, tetapi terus menghantuinya. Kebencian Yeonjun tak berhenti di sana. Ia Menginginkan lebih dari sekedar balas dendam-ia menginginkan kendali atas Taehyun, bahkan jika itu berarti merenggut Jessie darinya. Dalam kebingungannya, Taehyun memilih untuk mengalah. Ia menyerahkan Jessie-kekasihnya sendiri kepada Yeonjun, bukan karena tak lagi mencintainya, tapi karena rasa tanggung jawab yang terus membebaninya, seakan menghancurkan setiap kepercayaan yang tersisa pada dirinya sendiri. Yeonjun memenangkan permainan, tetapi kemenangan itu pahit, penuh dengan kepalsuan. Sementara Taehyun terjebak dalam lingkaran rasa bersalah dari kesalahan yang tak sepenuhnya ia pahami. Dan Jessie? Ia tertinggal, hancur oleh cinta yang direnggut darinya, menjadi korban perang emosi yang tak pernah ia pilih untuk ikut serta. Ia mencintai Taehyun, tapi cinta itu tak cukup kuat untuk melawan rasa bersalah yang dibawa Taehyun. Mereka bertiga seperti daun yang terombang-ambing oleh angin. Tapi angin itu, ternyata bukan alam, melainkan hembusan dari jiwa yang tak terlihat, menebar kekacauan dalam senyap.