" Hari Rokok Dan Kopi "

" Hari Rokok Dan Kopi "

  • WpView
    LECTURAS 18
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadConcluida vie, sep 23, 2022
untuk kita yang sering merenung ketika letih sedang diujung membara, apakah kita membasuh penat dengan secangkir cairan hitam yang menyerupakan tinta, untuk kita yang sedang berkondisi didalam renungan lara, apakah kita selalu menganalisis jiwa kotor dengan tombak berujung api dan asap, hari adalah cerminan dari kehidupan, kadang ia cerah, mendung, kadang panas, hujan lebih banyak lagi begitu juga dengan rokok yang menghasilkan banyak asap berparas putih, hati mana yang akan kita pilih jawabannya "putih" yitu sebuah warna yang bermaknakan kesucian. kopi, kadang seberapa hitam engkau, yang saya lihat dan cicipi pasti akan ada puing puing kapas putih yang berputar dalam lingkaran gelas tersebut bertahan yang akan menjadi Pamungkas dalam mengartikan sebuah makna yang tersirat dalam awan putih yang bercampur dengan cairan hitam tersebut arti dari sebuah ungkapan rasa, hitam adalah sisi sebuah kenegatifan sikap-sikap kita tapi seberapa hitam kehidupan kita maka kita harus menuangkan jiwa putih kedalam kehidupan kita.
Todos los derechos reservados
#577
kopi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • KENOPSIA
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • PAS NGOPI
  • Hanya karena itu kalian membenciku? [Boboiboy Taufan Sad] |Complete
  • lost them

Bagaimana perasaan mu ketika kau hanyalah bocah polos tak berdosa berumur lima tahun , bukannya dibawa ke taman bermain penuh keseruan , tapi ke medan perang tempat mayat tergeletak sejauh mata memandang , tempat dimana kaki mu tak luput dari darah yang tergenang , dan tangan kecilmu menggenggam erat pedang ; dengan alasan berjuang demi tanah kekuasaan. Itulah yang Halilintar rasakan. Tak bisa dipungkiri jika dunia yang tak adil selalu memihaknya , memberatkan pundaknya , dan membebani jiwanya. Tidaklah salah ketika Halilintar sendiri bilang ia ingin menyerah , tapi apa? Ia tak berhenti melangkah karna apapun itu , selalu ada hal yang membuatnya harus dan harus untuk memenuhi segala hal. Dia hanya bocah kecil , yang dijadikan lelucon oleh semesta , dijadikan badut oleh dunia , dimana penderitaan itu , seolah tampak lucu dimata orang yang tak tau seberapa tebal topeng diwajahnya. Namun apa? Tak berhenti disitu , tak hanya fisik , mentalnya juga membeku ; mati dihantam tiap hitungan waktu. Tapi lagi lagi , tubuh itu bangkit setelah jatuh.. "Nyawa ayah prioritasku" "Jangan berpura pura , ibu. Jujur lah dalam membenciku" "Jangan bermimpi.. Aku tak pantas disebut kakak" "Aku mati pun , tak ada pengaruhnya untuk hidup kalian! Aku akan mati bahkan sebelum tangan kalian kotor oleh darah ku" "Jangan khawatir , aku sudah terbiasa" " ..... Benar benar terbiasa" Dan dibalik semua itu , ia tak sendirian. "Benar kan~Tuan~?" WARNING!! *KARAKTER DISINI MILIK MONSTA , ENDLESS SUFFER HAHYA MEMINJAM KARAKTERNYA SAJA (ADA BEBERAPA TAMBAHAN KARAKTER DARI AUTHOR) *DILARANG COPY KARNA SAMA DENGAN MENCONTEK! DIDUNIA DIMARAHI MASYARAKAT , DIAKHIRAT DIMARAHI MALAIKAT! *SILAHKAN BERI SARAN DENGAN SYARAT : SOPAN , TIDAK BERTELE TELE , DAN DENGAN BAHASA INDONESIA TENTUNYA *JANGAN LUPA VOTE DAN IKUTI TIAP BAB , OKE!?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido