







"Apa mau kamu Vivian. Aku sudah berubah jadi cowok yang baik, mudah diatur dan pengertian tapi apa balasan kamu? Kamu sama sekali nggak menghargainya!" "LALU APA YANG AKU LAKUKAN SELAMA INI? SEPULUH TAHUN KITA BERSAMA DAN APA BALASAN KAMU? KAMU BERSELINGKUH DENGAN TEMAN AKU! TEMAN TERBAIK AKU! LALU APAKAH AKU MARAH SAMA KAMU NGGAK! AKU CUMA MINTA KAMU LEPASIN AKU!" teriak Vivian dengan murka. Arthur tersadar dari emosinya dan memeluk wanita itu. "Maafkan aku, maafkan aku Vivian. Coba bilang aku harus apa untuk menebus semuanya." Vivian terisak dengan keras dia memukuli bahu pria itu. "Lepasin aku, kamu bisa cari wanita yang lebih cantik dari aku." Arthur menggelengkan kepalanya. Dia kembali memeluk erat wanita itu. "Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan kamu." Tanpa sepengetahuan mereka berdua, seorang pria jangkung mendengar semua percakapan mereka. "Aku pun tidak akan melepaskan kamu Vivian," ujar pria itu sambil meninggalkan Arthur dan Vivian.
More details