Story cover for BintangRasi by NorSalina8
BintangRasi
  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Aug 22, 2021
Seorang gadis yang bernama Rasi Adena  Aynandya yang mempunyai  beban dikehidupannya.sampai dia bertemu lagi sosok sahabat yang dulu bernama Bintang Asganta Aldivaro
Yang telah lama berpisah dengan bertahun-tahun.

"Hidup itu penuh dengan plot twist"Bintang Asganta Aldivaro



"Aku cuma buat kamu percaya,apa sesusah itu"Rasi Adena Ainandya



"Gue nggak takut sama apapun itu,kecuali sama tuhan"Rae Aulia Putri



"Selama nggak ada yang bisa hentiin gue,gue bebas mau ngapain aja"Evelyn Arista Teijendra



"Ada saatnya hidup bisa menjadi Boomerang bagi kita"Eltama Savior





 

"Jika pun ada terlihat kesamaan baik nama maupun alurnya,ini murni dari hasil pikiran saya sendiri" By Author





Publish:13/09/21

SLOW UPDATE~~~~
All Rights Reserved
Sign up to add BintangRasi to your library and receive updates
or
#249winteraespa
Content Guidelines
You may also like
GEVRONZ by xaziyyyby14
17 parts Ongoing
Bener² aku ga bisa nahan ide ide di otak ini padahal baru bikin cerita 'sweet smile' yg belum kelar nambah cerita lagi🥹hhh.. Ada bahasa kasar yg ga suka tinggal skip aja yah:) --------> Berawal dari pemikiran konyol Marlan yg ingin menambah member hanya tidak menerima ingin menamai persahabatan yg sudah mereka berenam lalui bertahun tahun, sehingga terjadi sedikit percecokan yg berakhir bahagia mungkinkah?ingin tau kelanjutannya bagaimana?cuss langsung baca saja. -------> Cuplikan sedikitt "Gue jadi kepikiran mau ngasih nama persahabatan kita deh bang"chalo💬 "ngapain ngasih nama?ga cukup persahabatan aja?"Marlan 💬 ••••• "gue bolehin tapi kalian harus cari satu lagi orang yg masuk circle ini dengan persetujuan gue"Marlan💬 "Maksud Lo apa!? gue ga setuju!"jakran💬 "Mar Lo ga usah gila tolol, Lo tadi yg bilang 'ga cukup persahabatan kita aja' ,dan sekarang Lo mau nambah orang!?prik bgst"Rendavi💬 ••••••• "Hah!, bang Marlan serius bicara begitu??gila sih, gila banget malah"jisan💬 "gue pikir boleh aja ,secara cuma nambah satu orang doang ga buat rugi kan? jadi oke oke aja, gue bakal bantu Lo, dan-"jefar💬 •••••• "Gue mah nurut Mulu Lo nya aja yg ga tau ,emang dasarnya lo ga perhatian sama gue kan?"hezal💬 "Pe'a ,gue mah sayang Lo bahkan sayang banget jadi Lo awas berpaling dari gue"teman hezal💬 Maaf jika ada salah kata kesamaan kesalahan dll...murini karangan otak tangan pikiran ku!,
You may also like
Slide 1 of 8
Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓ cover
(TERBIT CETAK) Rasi Bintang di Titik Kulminasi  cover
Nikah Paksa [NCT Dream 00L x Aespa] cover
Ruang Kelana [ SUDAH TERBIT ] cover
ASRAMA LANTAI 7 {TERBIT} ✓ cover
Penakut vs Penggila •FF JAY ENHYPEN  cover
GEVRONZ cover
REVAN [ON GOING] cover

Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓

15 parts Complete

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."