Beban Orang Tua

Beban Orang Tua

  • WpView
    LECTURES 229
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Chapitres 28
WpMetadataReadEn cours d'écriture3h 27m
WpMetadataNoticeDernière publication lun., nov. 22, 2021
Mereka adalah seorang anak yang masih menduduki bangku Sekolah Dasar, dipaksakan dewasa oleh keadaan. Bekerja siang hingga malam, demi membantu meringankan pekerjaan Bapak dan Ibu mereka dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Dunia sangat kejam, mereka yang kaya akan sibuk menghamburkan uang percuma, sedangkan orang miskin sesak menampung kehidupan pahit dalam memikirkan lauk-pauk untuk esok hari. Satria Cahaya Putra, Mishaka Agung, Lion Jajakara. Tiga lelaki kecil yang tangguh, persahabatan di antara mereka tercipta kuatnya rasa kasih sayang, serta saling tolong menolong antar satu dan lainnya. Tentu banyak rintangan yang akan mereka hadapi, tidak seperti para Beban Orang Tua lain yang sibuk rebahan menunggu sejumlah uang dari hasil keringat orang tua mereka. Kehidupan keluarga dari tiga anak lelaki ini, sangatlah krisis akan ekonomi. Anak di usia mereka yang seperti ini, yang seharusnya bermain layang-layang di tengah terik panas matahari, atau bahkan bermain petak umpet, kejar-kejaran lalu tertawa bersama. Itu semua terpaksa dilenyapkan dalam kehidupan masa kecil mereka, hanya karena demi mencari selembar kertas bernilai agar mendapatkan sendal jepit untuk kedua orang tua mereka. Terlalu banyak kisah pahit yang mereka lewati, hingga salah satu di antara mereka ada yang hampir menyerah, tetapi karena kekuatan cinta dari sebuah persahabatan. Akhirnya mereka mampu melewati segala rintangan bersama. Harapan mereka hanya satu, yaitu mengangkat derajat orang tua mereka yang sempat direndahkan. Hingga akhirnya, ketiga anak ini tumbuh menjadi seorang pemuda yang berhasil meraih sebuah harapan yang sangat besar dalam kehidupan mereka. Hidup dalam sebuah desa bernama Kaukes, pada tahun 2000. Memberikan banyak pelajaran penting bagi mereka, aku, kamu, dan kita sebagai seorang Beban Orang Tua.
Tous Droits Réservés
#220
persahabatan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Rumah untuk Berteduh
  • My Best Mama
  • Rindu Itu Luka
  • (END) Buku 2: Gadis petani sistem: Orion Sangat Memelihara Wanita Kecil Itu
  • What If I Never Met You
  • Bunga Yang Dibenci
  • Nyangga
  • Jasa Renovasi Bangun Rumah di Bekasi
  • About erine (Season 2)

Augran Ardiansyah adalah sosok yang menarik perhatian di SMA Citra Gemilang. Ia memiliki kemampuan akademik dan keterampilan basket yang luar biasa, menjadikannya murid berprestasi yang dikagumi banyak orang. Namun, di balik reputasi itu, Augran menyimpan sisi kelam. Kehidupan keras di keluarga broken telah membentuknya menjadi sosok yang sulit ditebak, bersikap dingin dan tidak peduli dengan sekitar. Di luar sekolah, ia dikenal sebagai siswa yang gemar mencari masalah, meskipun di lapangan dan di kelas, ia selalu tampil sebagai bintang. Segalanya mulai berubah ketika Kanara Andara, murid pindahan yang lembut dan cerdas, muncul di kelasnya. Berbeda dari Augran yang keras, Kanara memiliki sikap tenang dan penuh perhatian, serta bercita-cita besar untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Awalnya, kehadiran Kanara tak terlalu dipedulikan Augran, hingga suatu hari, mereka dipasangkan dalam proyek besar sekolah. Perbedaan karakter membuat kerja sama mereka penuh tantangan. Augran seringkali bertindak gegabah dan kasar, sementara Kanara selalu berusaha mengatasi segala situasi dengan kelembutan dan kesabaran. Konflik demi konflik antara mereka tidak terhindarkan, menciptakan jarak yang sepertinya tidak mungkin dijembatani. Namun, di balik gesekan dan pertentangan tersebut, perlahan-lahan tumbuh benih perasaan yang tak mereka duga. Augran mulai melihat sisi lain dalam diri Kanara, yang membuatnya merasa nyaman dan diterima apa adanya. Sementara itu, Kanara yang awalnya menganggap Augran sebagai sosok yang menyebalkan, mulai melihat kedalaman luka dan sisi rapuh di balik sikap kerasnya. Di tengah perasaan yang baru berkembang itu, mereka dihadapkan pada kenyataan hidup yang penuh perbedaan: impian, masa lalu, dan orang-orang yang hadir di antara mereka. Pertanyaan besar pun muncul, apakah cinta yang tumbuh di tengah perbedaan mampu bertahan? Ataukah perbedaan mimpi dan jalan hidup akan memisahkan mereka?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu