Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
ECCEDENTESIAST

ECCEDENTESIAST

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 23, 2021
Kamu tidak bisa memilih takdir hidupmu setiap perjalanan hidupmu disusun dengan apik oleh sang pencipta sehingga kamu tahu bagaimana rasanya bangkit disaat sudah terpuruk, sang pencipta tidak akan membiarkan mu berjuang seorang diri. Namun mengapa begitu berat? Moera Zulfa beberapa kali meratapi nasibnya ia mencela dirinya karena tidak seberuntung orang lain bahkan ia harus bangkit disaat semuanya meninggalkannya, bagaimana kisahnya? apakah Moera akan mendapatkan kebahagian nya? atau justru berkorban demi orang lain disekitar dia yang ia cintai? ---UPDATE SETIAP HARI JUM'AT DAN SABTU--- Selamat membaca^^
All Rights Reserved
#537
islami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Qanita
  • Kita Beda Tuhan [TAMAT]
  • Serambi Doa [REVISI]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Takdir cinta berawal masjid ( TAMAT )
  • Maaf untuk Berpisah
  • HIRAETH ARFA
  • Tertulis Dalam Doa
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

More details
WpActionLinkContent Guidelines