Me and My Self

Me and My Self

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 22, 2021
Diamku menatap senja. Menikmati setiap hembusan angin yang lewat disampingku ketika segenap cahaya telah berlalu tergantikan gelap sembilu. Perihal rindu. Ah, aku tau itu. Saat dua hati tak saling bertaut menggenggam erat satu sama lain. Hanya menyelipkan tiap katanya lewat angin yang menerpa helaian rambut. Berharap akan sampainya pesan pesan tersebut. Namun halu itu, hanya aku disini yang berharap akan hadirmu di kalbu. Menyelipkan anak rambutku ketika sedang menjuntai menutup sebagian wajah, mendengarkan setiap celoteh lucu yang keluar dari bibir manismu, saling menautkan jemari ketika ketika dinginnya kehidupan menusuk kulit. Aku merindukanmu lukaku. #22 Agustus 2021
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sembunyi Dalam Senyum [COMPLETED]
  • Senja
  • Wounds in Marriage
  • Second Soulmate | KDY [βœ”]
  • Rumah Untuk Pulang[TAHAP REVISI]βœ…
  • REGRET [END]
  • 𝓐𝓷𝓽π“ͺ𝓰𝓸𝓷𝓲𝓼 𝓕π“ͺ𝓢𝓲𝓡𝔂
  • Adira

(JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA VOTE, KOMEN DAN KRISARNYA. MAKASIH) β—‹Mulai 6 Januari 2021 β—‹Selesai 2 Maret 2021 "Kapan Aira bisa merasakan kebahagian lagi? Apa saat menyusul Bunda, papah akan merasakan kehilangan dan menyesal?" Aira Arketa seorang gadis manis yang mempunyai sejuta luka dan duka dalam hidupnya. Ia selalu menutupi luka dan duka itu dengan senyum manisnya. Semua itu tertutup rapi di balik senyumnya yang indah. Papah, Aira mau bahagia. Aira mau di sayang juga sama papah. Aira mau jadi sumber dan alasan papah tertawa dan tersenyum. Bunda, Aira kangen. Kenapa bunda pergi ga ngajak Aira? "Aira mau kasih sayang seperti dia." "Tuhan, kembalikan kebahagian ku, kembalikan abang ku, kembalikan bunda ku atau kau panggil aku agar aku bisa bersama abang dan bunda ku kembali. Dan tidak lagi merasakan perihnya tamparan ini lagi." "Aku capek, aku lelah rasanya aku ingin tenang selamanya tuhan, bolehkah?" Apakah Aira akan merasakan kebahagiaan lagi? Apakah papahnya akan menyesal? Cerita dan tulisan yang aku tuangkan di sini murni hasil dari imajinasi dan rangkaian kata ku sendiriβ™‘. Cover by: naylaatr

More details
WpActionLinkContent Guidelines