Surat Cerai untuk Halena #Completed

Surat Cerai untuk Halena #Completed

  • WpView
    LECTURAS 318,164
  • WpVote
    Votos 15,115
  • WpPart
    Partes 45
WpMetadataReadContenido adultoConcluida mar, feb 25, 2025
Tristan mencengkram kedua bahu istrinya. "Kau orang yang merenggut kebebasanku. Aku harus kehilangan wanita yang kucintai karena kau. Kenapa sekarang aku repot-repot memperhatikan perasaanmu agar bisa lepas dariku?" Tristan tersenyum licik pada istrinya. "Kau bisa bermimpi pisah dariku, hidup dengan lelaki lain dan berbahagia, tapi aku akan memastikan kau akan tersiksa hidup denganku di dunia nyatamu, Sayang." Baik Tristan maupun Halena sudah sama-sama muak hidup bersama untuk dua puluh tahun lamanya. Tristan yang tidak bisa bangkit dari cinta lamanya, selalu menyalahkan keluarga istrinya atas kepergian mantan kekasihnya, sementara Halena sudah menegaskan dia ingin bercerai karena tak tahan dengan sikap dingin suaminya. Tristan tidak bisa mengabulkan keinginan istrinya. Dia tidak mau kehilangan harta dan anak mereka, Alex. Akankah Tristan memberikan surat cerai yang ia janjikan di awal pernikahan mereka? Atau mereka mampu memperbaiki perkawinan yang sudah berjalan dua puluh tahun lamanya?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Bitter-Sweet Wedding ✅
  • Call It What You Want (END)
  • How Do We End Us?
  • Behind Our Eyes
  • After We Divorce [New Version]
  • Satu Atap
  • Harta, Tahta, Dendam Cinta!
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Dua Tahun Tersulit [END]
  • Xless Marriage

"Kalian menikah saja?" kata mamanya Tristan tiba-tiba setelah sudah selesai makan. "HAH?!" Luna mendongak. "APA?!" Tristan kaget. Mereka teriak bersamaan. "Ya, menikah. Memang apa masalahnya?" tanya Karin -mamanya Tristan-. "Tapi ma--" "Ngga ada tapi-tapian, Tristan! Mama ngga menerima penolakan!" Tristan berdecak kesal, sedangkan wanita disampingnya hanya menundukkan kepalanya. "Psst... Psst.." Tristan sengaja menyenggol pelan lengan Luna yang daritadi hanya menundukkan kepala disebelahnya. Luna dongak, dan memberi tatapan 'terserah-kakak-aja-aku-cuma-nerima-hasilnya' pada Tristan. Tristan memutar bola mata jengah. "Mama udah ngomongin masalah ini sama orangtuanya Luna dari jauh-jauh hari, dan 2 minggu lagi orangtua Luna bakal dateng dari Malang" jelas Mamanya Tristan lagi. "Buat apa, tante?" akhirnya, setelah sekian lama bungkam, Luna mengeluarkan suaranya juga. "Buat dateng ke pernikahan kalian dong, sayang. Pernikahan kalian bakal diadain 2 minggu lagi" jelas mamanya Tristan lagi. Tristan dengan jengah melihat kearah Luna yang sukses melongo karena ucapan mamanya. Langit seakan runtuh. Rasanya, mereka ingin sekali ditelan bumi waktu itu juga. Copyright © by chocodelette. All rights reserved.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido