THROUGH THE DARK DAYS

THROUGH THE DARK DAYS

  • WpView
    Membaca 23
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Agt 23, 2021
WpInfo
Fiksi
Horor
Lima orang anggota ekstrakurikuler (selanjutnya akan disebut ekskul) jurnalistik SMAN 3 Trenggalek sedang mengisi liburan mereka dengan membuat artikel tentang jatuhnya satelit komunikasi milik Amerika Serikat di bagian luar Teluk Prigi. Karena masih dalam masa-masa liburan, mereka memutuskan untuk membuat artikel itu on the spot dengan melakukan trip selama beberapa hari di sekitar Teluk Prigi yang terkenal akan pasir putihnya. Sayangnya liburan mereka berubah menjadi sebuah mimpi buruk ketika mereka meyaksikan seorang gadis meronta-ronta dan menjerit kesakitan ketika dimakan hidup-hidup, oleh beberapa makhluk yang kemudian disebut dengan 'mutan', tepat di hadapan mereka. Selanjutnya mereka dipaksa untuk bertahan hidup di tengah keagresifan para mutan dengan diiringi oleh suara-suara jeritan dari mereka yang sedang 'dikuliti', lalat-lalat yang mengitari bau darah dan bau busuk di jalanan, hingga kebiadaban manusia yang jauh lebih mengerikan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#17
politics
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Dead or Continue
  • Our Destiny (sedang dalam revisi)
  • Ex or New? [REVISI]
  • Jurit Malam: Benteng Gelap
  • kamar ujung
  • Forgotten Civilization : Secret of The Paradise Land
  • Beside the Office Desk ‐ Jaeyi Seulgi [END]
  • Warisan Gandari

Dunia berakhir bukan dengan ledakan, melainkan dengan jeritan. Virus Green Atomia, disebut juga GA-Virus. Muncul tiba-tiba di Berlin dan Jakarta Timur. Dalam hitungan jam, orang-orang kejang-kejang, membenturkan kepala mereka ke dinding, telinga mereka berdenging memekakkan, dan tubuh mereka diliputi darah. Mereka kehilangan penglihatan, namun pendengaran mereka berubah menjadi alat perburuan mematikan. Virus ini tidak butuh waktu berminggu-minggu untuk menyebar. Hanya satu hari. Satu hari cukup untuk menggulingkan peradaban manusia. Izagiri Amselman hanyalah seorang anak biasa ketika dunia menghilang di depan matanya. Ia kehilangan orang tuanya, rumahnya, dan seluruh alasan untuk berharap. Kini, ia berjalan seorang diri melewati puing-puing dunia, menuju satu tempat yang konon masih selamat: kota Antioch. Dalam perjalanan itulah, di antara kota dan hutan yang mulai ditelan kabut virus, Izagiri bertemu dengan seorang gadis misterius bernama Feona Leonhart. Sama-sama kehilangan, sama-sama terluka, mereka memutuskan untuk berjalan bersama, berbagi makanan, bahaya, dan harapan tipis di tengah dunia yang sudah runtuh. Sepuluh tahun berlalu. Mereka tumbuh, bertahan, dan akhirnya bergabung dengan Great Cleansing Organization, sebuah organisasi yang berdiri di tengah kekacauan untuk satu tujuan: melawan balik. Tidak hanya terhadap para zombie buta yang disebut Dread, tapi juga melawan makhluk-makhluk mengerikan yang disebut Anomalies, hasil mutasi dari virus yang sudah melampaui batas alam. Senjata biasa tidak mempan. Mereka harus merakit ulang teknologi, memadukannya dengan kekuatan magis, dan mempercayakan hidup mereka pada persenjataan yang tidak pernah diuji. Feona menjadi pembunuh, sementara Izagiri menjadi pemburu garis depan yang ditakuti. Kini, mereka menjalankan misi-misi berbahaya demi persediaan, wilayah, dan kebenaran. Tapi di balik itu semua, pertanyaannya tetap sama: Apakah mereka berjuang untuk umat manusia... atau hanya untuk bertahan hidup ?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan