Bumi dan Mega

Bumi dan Mega

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 27, 2022
Bumi begitu bahagia kala ia berhasil menepati janjinya di masa kecil. Namun tidak bagi Mega, rasa kasih dan sayangnya di masa dulu, kini telah memudar dan berubah menjadi sebuah kebencian. "Kamu dengar dan ingat perkataanku baik-baik, Jika bukan karena perjodohan orang tua kita, tak sudi aku menjadi istrimu!" bentak Mega tanpa memikirkan perasaan Bumi. "Bukannya dulu kamu yang meminta pernikahan ini?" Bumi mengingatkan tentang apa yang sang isti pinta darinya dulu. "Ya, memang aku akui, dulu aku memintamu untuk berjanji menikahi aku di saat kita dewasa," ucap Mega dengan emosi yang meluap-luap. "Namun, apakah aku harus merasa bahagia, setelah apa yang kamu lakukan kepadaku?" tanya Mega, tak terasa bendungan air mata yang sengaja ia tahan, akhirnya berhasil mengalir melewati pipinya yang tembam. "Maafkan aku, aku sungguh tidak tahu jika dia itu---." "Pergilah, tinggalkan aku sendiri." Mega menyuruh Bumi untuk pergi dari hadapannya tanpa memberikan sebuah kesempatan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
#702
janji
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heart Attack
  • Langkah baru bersama mu
  • Takdir Semesta
  • MENIKAH KARNA DENDAM (COMPLETED)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • A Tomboy I Love | TAMAT
  • Jodoh Dadakan Untuk Yoongi
  • [✔]stay with me
  • Aruna (Terjerat Cinta Dan Benci)
  • Sir, How About A Marriage?

Hai dear!! Ini novel ku yang 😊 Ceritanya perselingkuhan dan CEO t !!! Disini tokoh nya lebih melow dan lebih anggunly 🥰 " Kamu itu nyadar gak sih?" Bentak Bu Mega " Ta..tapi ma aku ingin ikut sekali ini saja" rengek kinta sambil memelas dan meng iba di kaki Bu Mega. Namun dengan angkuh nya Bu Mega menendang kinta hingga tubuh tambun nya terjerembab ke lantai " kamu itu udah gendut , kucel dan bau bumbu dapur lagi , saya malu kalau bawa kamu! , saya malu! Lebih baik kamu masak di dapur sana buat makan malam " Bu Mega kembali membentak kintany sambil menunjuk kedapur " ma.. sekali ini saja! Ma saya juga mau ikut nanti kinta masak yang enak untuk mama" kinta kembali merengek tanpa putus asa dia memelas kepada ibu mertuanya itu " sekali ngak tetap ngak tetap ngak kinta , pergi kedapur sana ...! " Usir Bu Mega , kinta dengan pelupuk mata yang telah menggenang berjalan menuju dapur. Yang tanpa ia sadari keluarga itu sedang menghadiri pernikahan orang yang sangat spesial bagi nya..... Mau tau kelanjutan nya yuk baca yuk dan jangan lupa kasih saran nya biar author semangat menulisnya 🤗🤗🤗🤗

More details
WpActionLinkContent Guidelines