EKSPLOR MYSTICAL

EKSPLOR MYSTICAL

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Fri, Apr 1, 2022
WpInfo
Fiction
Horror
"woi brengsek, kejar fia begooo" ucap elisya yang sudah menghawatirkan sahabat nya tersebut. Tiba-tiba fia lari begitu cepat ke arah pohon beringin yang sudah tua dan sudah dilingkari dengan garis polisi. Tanpa kelamaan Gibran langsung menangkap gadis cantik itu. "HWAAAAAAAAA" dengkuran keras, ternyata fia sudah dirasuki oleh sosok penunggu yang ada di situ. Mereka ber empat, yang masih memiliki satu bungkusan yang diberikan 'penjaga gedung ini'. Langsung melemparkan ke arah fia, Setelah fia tersadarkan, mereka langsung cabut dari tempat itu. Melihat sekelilingnya yang begitu sepi, dengan hawa yang sangat panas. Ditambah lagi si elisya lagi 'datang bulan'
All Rights Reserved
#21
ceritamenarik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemuan Singkat ( Xodiac) END ✔️
  • Deadly Obsession | HH
  • Langit Malam Bersamamu
  • Jerat Pesona Cegil
  • Black Out III
  • YOUNG CEO AND BAD GIRL
  • Make a Story With You
  • At a Glance (NOREN)

Di suatu sore yang cerah, ketika matahari mulai merunduk di ufuk barat, lima remaja laki-laki : Sing, Leo, Wain, Gyumin, dan Davin memutuskan untuk menjelajahi gedung sekolah terbengkalai yang terletak tak jauh dari sekolah mereka. Mereka mendengar desas-desus bahwa tempat itu menyimpan banyak misteri dan kenangan yang terlupakan. Saat mereka memasuki gedung, bau lembab dan debu menyambut mereka. Dinding-dinding yang retak dan jendela yang pecah menciptakan suasana angker, tetapi rasa ingin tahu mengalahkan ketakutan mereka. Saat mereka menyusuri lorong-lorong yang sepi, suara tawa dan obrolan mereka menggema, membuat tempat itu terasa sedikit hidup kembali. Di tengah pencarian mereka, mereka bertemu dengan seorang remaja lain yang ternyata juga tengah menjelajahi gedung tersebut. sosok remaja yang pendiam namun observan, langsung menarik perhatian Sing dengan keahliannya dalam merasakan suasana. Leo yang ceria dan selalu bisa menghibur, membuat suasana menjadi lebih hangat. Mereka pun mulai berbagi cerita dan pengalaman satu sama lain. Sing yang biasanya pendiam, menemukan kenyamanan untuk berbicara tentang hobi menggambarnya. davin, yang selalu bersemangat, menceritakan impiannya untuk menjadi musisi. Wain, yang selalu skeptis, mulai mengungkapkan pandangannya tentang kehidupan. Gyumin, yang humoris, membuat semua orang tertawa dengan leluconnya. Kini, gedung sekolah terbengkalai bukan lagi tempat angker bagi mereka, melainkan simbol dari sebuah awal yang baru, sebuah tempat di mana sembilan remaja, dengan karakter yang berbeda-beda, menemukan satu sama lain dan menciptakan kenangan yang tak terlupakan, inilah kisah mereka dimulai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines