Story cover for DevAneska (On Going) by Nurul_hf
DevAneska (On Going)
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Aug 24, 2021
"Cha.." Panggil Devan lembut. Ia memegang kedua tangan Neska dan menatap manik mata Neska. "A..ku sayang kamu." Neska terpaku mendengar pernyataan Devan. "I..iya a..aku tau. Kamu selalu bilang itu waktu kecil. Kamu sayang aku sebagai sahabat kan?"

"Cha, tapi sayangku waktu kecil dan sekarang itu beda, Cha.. Sekarang aku sayang kamu lebih dari sahabat. Aku cinta sama kamu. Sebagai seorang laki-laki pada perempuan." Kata Devan jujur sembari mempererat genggaman tangannya. Neska menunduk tak tahu harus menjawab apa.


###
Ini tentang teman masa kecil yang dipertemukan kembali saat sama-sama sudah remaja. Penasaran? Yuk masukkan cerita ini ke perpustakaan kamu..😉
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add DevAneska (On Going) to your library and receive updates
or
#9jilbab
Content Guidelines
You may also like
Rumah Sepasang Luka ✓ by _SahabatReza
52 parts Complete
Prekuel 'Still The One' "Terlalu banyak hal yang aku takuti, merasa lelah dan tak bisa meraih mimpi. Dunia terlalu kejam untuk aku yang takut sendiri." - Mayang Eira Calista *** Ini tentang Aby dan Maya, yang terpaksa harus menikah di penghujung masa SMA karena kejadian salah paham yang menimpa mereka. Semuanya terjadi begitu saja, mereka kepergok tidur bersama di kamar Maya. Menikah muda dengan status masih SMA tidaklah mudah, apalagi setelah kejadian itu hidup keduanya benar-benar berubah. Banyak rintangan yang harus mereka lewati berdua, melanjutkan hidup tanpa bimbingan orang tua, atau orang-orang terdekatnya. Keduanya terluka, sama-sama kehilangan rumah tempatnya pulang. Jika rumah Maya sudah hancur jauh lebih lama sebelum kejadian itu, berbeda dengan Aby yang dipaksa pergi karena tak dipercaya lagi. "Lo bisa percaya sama gue kan, May?" "Percaya apa?" tanya Maya tak mengerti. "Mungkin kehidupan kita akan lebih sulit ke depannya, apalagi dengan status kita yang suami istri dan juga pelajar. Orang akan menilai kita dengan sebelah mata, kalau tau. Tapi, apa pun yang akan terjadi nanti, gue akan berusaha untuk terus jagain lo. Berusaha untuk membuat lo tetap baik-baik aja bersama gue. Untuk itu, gue tanya. Apa lo bisa percaya sama gue?" "Gue bisa percaya, selagi lo nggak akan tinggalin gue. Gue takut sendiri, By." "Lo nggak akan pernah sendiri, gue nggak akan tinggalin lo." Pada saat itu, semuanya dimulai. Mampukah mereka menjalani hari-hari terberatnya? Apalagi, ketika tahu Maya hamil. Apakah Aby dan Maya bisa menerimanya? •Rumah Sepasang Luka• 18+
You may also like
Slide 1 of 10
ArKa (End) cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
Rumah Sepasang Luka ✓ cover
DUTRA AZALEA (COMPLETED) cover
Have you RESYA! [Tamat] cover
tentang sebuah rasa cover
ARENA cover
Diary Ayra: Cerita Cinta SMA cover
Essentialy Love (SELESAI) cover
Arsyilazka cover

ArKa (End)

27 parts Complete

Typo bertebaran! Belum di revisi!!! "Tadi pas gue pegang lo, lo bilang bukan mahrom tuh maksudnya apa?" Mendapat pertanyaan tersebut membuat Chika menoleh dan melihat mata Arya sekilas. Entah mengapa ia tidak kuat jika harus menatap pria itu. "Itu... Maksudnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, tidak boleh berpegangan atau bersentuhan. Kecuali udah menikah" jelasnya. "Orang tua?" tanya Arya lagi. "Boleh, saudara kandung juga boleh, saudara laki-laki atau perempuan dari orang tua juga boleh, keponakan laki-laki atau perempuan juga boleh, kakek nenek kandung juga boleh, dan pelayan tua. Itu sih kayaknya yang boleh," Jelasnya memperhatikan bibir pink dan tebal milik Arya. "Gue sama lo?" tanya Arya lagi. "Nggak boleh, kecuali kita udah nikah," jawabnya spontan. Membuat ia membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapannya. Arya yang melihat tingkah Chika pun malah terkekeh. "Lo mau nikah sama gue?" goda Arya. "Idih! Ogah banget!" ujarnya dengan suara yang meninggi. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan dirinya. "Santai aja kali," jawab Arya santai.