41 DAYS

41 DAYS

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 6, 2023
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA, BEBERAPA PART DIPRIVATE.] Ini cerita tentang gadis bernama Sasya Kaila Eshail. Gadis nakal tanpa kenal rasa takut, tapi dibalik sifatnya ia juga memiliki paras cantik dengan pesonanya sendiri. But, bukan itu inti cerita ini. Semuanya dimulai dari pertemuannya yang tidak disengaja dengan sosok Lesham Gabino Mahatma. Laki-laki yang mengajarinya bagaimana cara melibatkan perasaan dalam berhubungan, orang yang membuatnya merasakan "oh, ini rasanya mencintai." dan Laki-laki yang merubah pola kehidupannya 360° dari biasanya. Mau tau kelanjutan ceritanya? langsung aja dibaca ya. ---------------- "Kalo tau akhirnya bakal gini, lebih baik dari awal kita ga saling kenal." -Eshail.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bitter Is You || ✔ ||
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • He is OSIS
  • Maaf, Dara.
  • KIARA [END]
  • The Story Of Aghea
  • Kaka Mu Ganteng - New Fersion
  • True love At school
  • Pretty Careless
  • Three Targeted Girls!!

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan

More details
WpActionLinkContent Guidelines