ArkanDika

ArkanDika

  • WpView
    Reads 833
  • WpVote
    Votes 121
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 26, 2021
"Arkan ganteng banget, paraaahh!" "Udah pinter, sholeh, ganteng lagi. Argh idaman banget sih!" ~ "Heh, cacat!" "Dika..., Dika..., lo itu cuma beban doang buat Arkan. Mending lo pergi aja, jangan nyusahin Abang lo!" ~ "Bang, gue beban ya?" "Gue pergi aja kali, ya? Biar lo gak malu punya sodara kaya gue." "Fokus aja sama masa depan, lo! Gak usah mikirin gue, Bang!" "Dika, sekali lagi lo bilang gitu, gue jejelin juga mulut lo pake cabe!" ~ "Bang, Pak Joko udah nagih uang kontrakan!" "Bang, beras abis." "Bang, maaf gue gak masak. Makanannya abis," "Bang, maaf cucian masih numpuk. Kaki gue sakit lagi." "Bang tolongin, sakiit...." ~ "Lo istirahat aja, cucian biar gue yang urus. Gue pulang kerja lebih awal." "Dika, maaf. Gue gak bisa bawa lo periksa...." "Lo tahan sakitnya bentar ya, gue cari bantuan dulu." ~ Sejauh apa pun kamu pergi, aku tetap Kakakmu. Bagaimana pun orang memandangmu, aku tak peduli. Di mata orang, kamu terlihat rendah. Tapi di mataku, kamu anugerah. Jangan pernah pergi, jika bukan aku sendiri yang menyuruhmu pergi. - Arkananta. Aku memang terlihat tak sempurna. Tidak seperti orang - orang melihat Kakakku, mereka selalu membanggakannya. Bagi mereka, aku ini hina. Aku hidup hanya untuk menjadi beban seorang Kakak. Salah jika aku menginginkan hal yang sama? Tidak banyak, hanya ingin dihargai sebagai manusia saja, aku sudah bahagia. - Mahardika
All Rights Reserved
#624
twins
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stres In Life
  • HAZKI ; Danendra's Little Angel [✓]
  • Because I'm Stupid (End)
  • Is It Home ?
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Become Baby Boy✓
  • Our house ᶠᵗ (97ˡⁱⁿᵉ)✔
  • 27 FEBRUARI

Kita sebatas mengejar bahagia dengan cara sama-sama terluka. ( Warning ⚠ violence, profanity, gay and sexuality 18+) --- "Lama-lama, saya bunuh kamu!" "Arrgghhh." --- "Kalau gue cemburu, namanya gue sayang. Lo mau gue sayang?" --- "Lo mau kemana? Biar gue anter pulang, bahaya banget lo jalan kayak orang nggak punya tujuan." "Tujuan gue mati!" --- "Gue capek, Lan. Semesta sejahat ini sama gue. Semenyakitkan ini gue hidup." "Gue-di lahirkan hanya untuk menikmati luka." --- "Tania, lo itu cewek menjijikan!" --- "Ma ... Terima kasih sudah membuat Tania sehancur sekarang." --- "Tania ... Gue sayang sama lo, perasaan gue nggak akan pernah bisa hilang." "Kita hanya sebatas teman dan gak boleh ada ikatan." "Karena hati lo ada di orang lain. Ini cukup menyakitkan dan gue nggak bisa memaksa keinginan." --- "Jujur, Ka. Gue cemburu." "Ngapain cemburu?" "Gila lo ya. Gue punya hati, lo gak mikir?" "Tapi kita cuma temen." "Lo pikir, semua berawal dari sodara terus jadi pacar? Mikir tolol! Semua berawal dari temen!" "Jangan berlebihan." "Lo, pilih gue atau dia?" "Jelas kamu. Tapi aku nggak bisa jauhin dia. Terlalu sulit." "Setan lo!" --- "Tugas aku belum selesai, bahkan masih panjang. Aku mau liat kamu terus bahagia, nyatanya gak bisa." "Bisa! Kita bahagia sama-sama ya?" --- -Kesalahan terbesarmu, adalah meninggalkanku- Note : (Saya tidak bertanggung jawab jika terjadi kebengkakkan akibat air mata.)

More details
WpActionLinkContent Guidelines