Story cover for ArkanDika by sobathaluuu_
ArkanDika
  • WpView
    Reads 810
  • WpVote
    Votes 119
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 810
  • WpVote
    Votes 119
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Aug 24, 2021
"Arkan ganteng banget, paraaahh!"

"Udah pinter, sholeh, ganteng lagi. Argh idaman banget sih!"

~

"Heh, cacat!"

"Dika..., Dika..., lo itu cuma beban doang buat Arkan. Mending lo pergi aja, jangan nyusahin Abang lo!"

~

"Bang, gue beban ya?"

"Gue pergi aja kali, ya? Biar lo gak malu punya sodara kaya gue."

"Fokus aja sama masa depan, lo! Gak usah mikirin gue, Bang!"

"Dika, sekali lagi lo bilang gitu, gue jejelin juga mulut lo pake cabe!"

~

"Bang, Pak Joko udah nagih uang kontrakan!"

"Bang, beras abis."

"Bang, maaf gue gak masak. Makanannya abis,"

"Bang, maaf cucian masih numpuk. Kaki gue sakit lagi."

"Bang tolongin, sakiit...."

~

"Lo istirahat aja, cucian biar gue yang urus. Gue pulang kerja lebih awal."

"Dika, maaf. Gue gak bisa bawa lo periksa...."

"Lo tahan sakitnya bentar ya, gue cari bantuan dulu."

~

Sejauh apa pun kamu pergi, aku tetap Kakakmu. Bagaimana pun orang memandangmu, aku tak peduli. Di mata orang, kamu terlihat rendah. Tapi di mataku, kamu anugerah. Jangan pernah pergi, jika bukan aku sendiri yang menyuruhmu pergi. - Arkananta. 

Aku memang terlihat tak sempurna. Tidak seperti orang - orang melihat Kakakku, mereka selalu membanggakannya. Bagi mereka, aku ini hina. Aku hidup hanya untuk menjadi beban seorang Kakak. Salah jika aku menginginkan hal yang sama? Tidak banyak, hanya ingin dihargai sebagai manusia saja, aku sudah bahagia. - Mahardika
All Rights Reserved
Sign up to add ArkanDika to your library and receive updates
or
#91lumpuh
Content Guidelines
You may also like
ADIKARA ELUSIF (END) by blackcurrantbery
56 parts Ongoing
Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25
27 FEBRUARI by MelatiPutri427
38 parts Complete
* yang cengeng jangan baca! "Woi jelek..... Gue cinta sama lo" Ucap alta spontan Orang yg di panggil itu hanya diam di balik Hoodie yg ia gunakan hingga hanya terlihat bibirnya ke bawah Keliatan manis emang.... " Tapi bohong" Ucap alta selanjutnya, mengganggu gadis itu sudah menjadi kebiasaan nya selama beberapa bulan ini. Sungguh menyenangkan. ***** " Dasar anak pembawa sial, nyesel saya membesarkan kamu.... Tidak tau diuntung" " Pa salah aku apa? Kenapa papa sekasar ini sama aku" " Lo tanya salah lo apa? Eh bocah gak tau diri.... Lo itu udah pembawa sial dengan lahir ke dunia ini... Dan menghancurkan kebahagiaan keluarga kami. Dan sekarang.... Lo bahkan menghancurkan tempat terakhir mama... Orang yang udah memberikan nyawanya untuk kelahiran elo" " Maksud kakak apa, aku ngak ngerti? " " Ngak usah pura pura bego deh lo, Lo kan yang udah mengobrak abrik makam mama" " Nggak aku nggak ngelakuin itu, kakak kenapa bisa nuduh aku? " Isak nya " Karna kata satpam... Yang terakhir kali ke sana adalah kamu," " Aku ngak ngelakuin itu, kemarin makam mama baik baik aja" " Ngak usah ngeles deh kamu, sekarang kamu pergi dari rumah saya, saya udah nggak peduli lagi sama janji saya sama almarhum ayah saya. Mulai sekarang kamu saya pecat jadi putri saya" " Pa... Papa jangan, aku nggak tau harus kemana pa, aku hanya punya papa dan kakak kakak. Pa pliss" ***** Perlahan tapi pasti.... Air sungai yang deras itu dapat menghilangkan semua luka bukan? Termasuk luka yang tak berdarah sekalipun Semuanya akan baik pada waktunya, tapi waktulah yang tak baik pada semua. Kalimat baik baik saja akan berguna pada saat luka sudah tak bisa di pendam akhirnya meluap hingga darah dan air mengalir itu kering Terlihat tanpa terasa tapi berbekas. Ini kisah suka dan duka dari nasib seorang anak tanpa ibu, nasib seorang gadis tanpa kasih sayang, nasib seorang kekasih yang tersakiti , nasib seorang teman yang terhianati. Ini kisah untuk; RATU AIRI PRAMULAN
RAKAALENA by Samirah143
7 parts Complete
kisah pemuda yang di jodohkan oleh orang tua karena persahabatan orang tuanya dari kecil,,dan anaknya lah sebagai perjanjian mereka........ gimana tidak kaget ketika mereka dimintai untuk menikah secepat mungkin, sedangkan mereka masih kuliah. "Beliin gue pembalut dong, pembalut gue habis"! Seru Lena "Ogah males, beli sendiri sana" "Ih, ini anak satu di suruh malah nyuruh balik" "Kenapa ngga suka" "Nggak" "Yaudah sana beli sendiri" "Beliin dong gue kan nyuruh Lo" "Nggak!!!" "Gue bilangin mamah kalo Lo ngga mau bantuin gue" "Hah,,,enak aja kalo ngomong biar gue di marahin sama nyokap bokap gue juga" "Ya Lo di suruh aja ngga mau" "Kan yang butuh Lo bukan gue, punya kaki kan? Punya tangan kan? Yaudah beli sendiri gampang kan" "RAKA.....!!!!!!" "Apa bawell" "Di suruh beliin kok susah banget" "Biarin wleee" "Kalo bocor Lo yang bersihin" "Amit amit amit amit" "Ya makanya buruan" "Nggak" Mah Raka ngga mau bantuin Lena, mah masa lena suruh sendiri, Ucap nya sembari menggenggam handphone di telinga nya. "Ngga mah Lena bohong ngga gitu kok sebenarnya" "Bohongan Raka makanya kalo Lo ngga mau gue bilangin mamah, yaudah beliin sana" "Jadi gini ya punya istri satu yang lagi PMS, bikin pusing aja" "Kalo punya istri satu bikin kamu pusing nambah lagi juga ngga papa" "Kalo ngomong itu di jaga mulut nya, ntar di kira gue ngga tanggung jawab" "Ya makanya itu sebagai suami gue Lo harus nurut, beliin pembalut Sekarang juga" .... "Perut gue daha sakit Raka" rengek nya "Yaudah sini ah gue beliin, bawell rese amat" Dan Raka pun beranjak dari sofa di kamarnya "Nah gitu dong baru suami gue" "YA" "Makasih banget Raka kamu dah baik sama aku" "Jadi gitu ya manis kalo ada mau nya aja" "Hehe" *****
Is It Home ?  by unchangedword
82 parts Complete
[SUDAH DIBUKUKAN, GET ON SHOPEE Choko Publisher "Kenapa yah? Karena abang anak pertama ya?", -- "Emang pernah kalian nganggep aku ada?" ___________________________________________ "Dia bukan papa lo, lo harusnya tau diri",-- "Emang ga seharusnya gue disini, kehadiran gue cuma ngrusak kebahagiaan dia. Gue pamit",-- ___________________________________________ "Lo bisa ga sih gausah aneh-aneh, lo yang bertingkah, tapi gue yang selalu kena imbasnya. Lo sih enak jadi bungsu, mama papa juga gabakal marah ke lo" "Siapa bilang ? Gue juga pengin pergi bebas kaya lo bang, gue cape terus-terusan belajar, gue juga pengin bebas kaya lo" "Gue bukan dibebasin, tapi gue di usir. Itu juga gara-gara lo, bungsu", ___________________________________________ Ia tahu dan sadar dengan posisinya. Ia lahir sebagai seorang sulung yang dipaksa untuk terus melebarkan bahunya, yang harus selalu kuat mentalnya, yang punggungnya harus selalu siap untuk dijadikan sandaran bagi saudara-saudaranya, juga harus selalu siap memikul harapan orang tuanya. Tapi ia juga manusia, ada masanya ia lelah dan perlu sandaran seperti yang biasa ia lakukan. Ada kalanya ia merasa ingin menyerah dan lari dari semua masalah yang mendera. Bungsu, orang selalu bilang menjadi seorang bungsu adalah suatu keberuntungan, dimana bungsu biasanya selalu diutamakan dan identik dengan julukan "anak kesayangan" Tinggalkan soal bungsu dan sulung, bagaimana dengan anak tengah? Apakah nasibnya sama buruknya dengan si sulung atau bahkan lebih baik dari pada si bungsu? Masih tentang semesta dan kejutannya, entah skenario apa yang semesta buat kali ini, yang pasti adalah satu hal. Tak semua yang kamu lihat sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya. Menjadi bungsu tak selamanya indah, begitupun dengan menjadi sulung.
Our house ᶠᵗ (97ˡⁱⁿᵉ)✔ by nsrh1128
113 parts Complete
Mereka disuruh tinggal bareng oleh orang tuanya, dan tau alasan mereka disuruh tinggal bersama setelah seorang gadis mengungkapkan alasannya. Mereka itu definisi manusia punya visual yang bukan kaleng kaleng tapi ketutupan karena sikap mereka yang bobrok alami. Hingga suatu hari seorang wanita berhasil menghancurkan hubungan persahabatan salah satu dari mereka. Dan kekecewaan menghampiri mereka. "Masih SMA bobroknya udah gini,, gimana kalau besok?? "-mina "Bukan teman gw lu pada"-yugyeom "Siapa mereka?! Emang gw kenal?!"-bambam "Wawww kak nayeon montok anj!"-jungkook "Bentar,, gw ngapelin degem dulu"-mingyu "Blekping in your areahh~"-junhoe "Aku dimana?? Kalian siapa?? Emang kita kenal??"-eunha "WOY! BANG CHANYEOL GELUDH SAMA BANG KRIS ANJIR!!"-Yuju "AYO KITA GOYANG!! TARIK SEESS?! SEMONGKO!!"-Dokyeom "Kayaknya gw salah kelas deh,, assalamualaikum! "-chaeyeon "Kenapa cuman gara gara satu orang persahabatan kita jadi kayak gini??"-jihyo "Tega benar lu bikin gw jadi orang bodoh yaa woo??"-lisa "Gw kecewa sama lu yang mudah banget jadiin lisa mainan. padahal kita udah bareng dari jaman pake dot"-jaehyun "Sekali bangsat yaa nggak bakal berubah"-rose "Lu itu nggak ada bedanya sama bajingan. Ups! Mungkin derajat lu lebih rendah daripada bajingan"-jiho "Sekalipun lu sentuh lisa,, gw nggak bakal kasih ampun sama lu"-winwin "Gw baru datang disuguhin kenyataan yang kayak gini. Wow impresif!"-bangchan "Lu tanpa sadar bikin gw muak sama topeng lu tau nggak?!"-miyeon "Lisa udah gw anggap saudara gw. So,, sekali lagi lu sakitin lisa,, jantung lu gw donasikan ke singa"-minnie "Gw tau gw salah,, tapi bisakah kalian kasih gw kesempatan kedua??"-eunwoo "Gw bakal jagain lisa dari lu yang bangsatnya minta ampun. Karena mulai sekarang,, lisa udah jadi separuh nyawa gw"-jaemin "Gw bakal maju paling depan kalo kakak gw nangis karena lu"-Lucas PLAGIAT MOHON MENJAUH!! bahasa nonbaku dan kasar.
You may also like
Slide 1 of 10
ANELKA CALVARY cover
ALDIR (SEGERA TERBIT)  cover
ADIKARA ELUSIF (END) cover
27 FEBRUARI cover
Stres In Life cover
RAKAALENA cover
ANGGI MAHARANI cover
Is It Home ?  cover
Our house ᶠᵗ (97ˡⁱⁿᵉ)✔ cover
Are We Brother's ? - [boynextdoor] SEGERA TERBIT cover

ANELKA CALVARY

18 parts Complete

"Betah banget tu tangan di pegang ketos songong itu" "Maksudnya lo" "Lo milik gue Dis, gak ada orang yang boleh nyentuh lo" "Lepasin gue" "Gak sebelum lo , bilang lo mau jadi pacar gue" "Anelka lo gila ya" Orang yang menarik tangan Disa paksa itu adalah Anelka. "Gue gila karena elo" "Pergi gue , gue gak akan jadi pacar lo" "Mau kita buktikan" Belum sempat menjawab Anelka telah lebih dahulu melumat bibir Disa. Bukan nya menolak Disa malah seakan mengikuti permaian Anelka. "Gue kenapa, kok gue nerima perlakuan dia" Batin Disa berkecamuk" Sesaat kemudian Anelka melepaskan pangutan mereka berdua. "Katanya gak suka, kenapa gak nolak" Ucap Anelka dengan smrikannya. "Sekarang lo milik gue, pulang gue anter masalah motor lo biar gue yang urus" Baru saja Disa hendak membantah. "Gue gak Terima penolakan." Anelka meninggalkan Disa di sudut ruangan itu. "Shit, ada apa sama gue, apa iya gue suka sama Anelka? Ahh gak mungkin! " Batin Disa.