Gadis dengan Sejuta Luka

Gadis dengan Sejuta Luka

  • WpView
    Lecturas 19
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jul 6, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Anaya itulah nama panggilanku, aku memiliki saudara kembar yang bernama Shanaya. Dia sangat pintar dan sering mendapatkan prestasi di sekolahnya sedangkan aku kebalikannya. Aku selalu dibanding-bandingkan dengan dia. Segalanya tentang Shanaya dimata orangtuaku, bahkan disaat Shanaya melakukan kesalahan mereka selalu membelanya sedangkan kalau aku yang melakukan kesalahan mereka selalu memarahiku bahkan mereka sering main tangan kepadaku dan mencambuk ku dengan rotan atau ikat pinggang, itu sangatlah sakit. Setiap aku meminta mereka untuk berhenti menyakitiku mereka tidak mendengarkannya. "Cukup Pa sakit hiks... hiks...hiks..." raung aku kesakitan dan menangis. "DASAR ANAK TIDAK TAHU DIRI SELALU SAJA MEMBUAT ORANG TUA MALU, SAYA MENYESAL TELAH MEMPUNYAI ANAK SEPERTIMU" Bentak Papa sambil memukulku dengan rotan. Suatu ketika, sebuah takdir yang tidak aku inginkan terjadi. Dimana aku yang divonis terkena kanker leukemia, disitulah aku merasa sangat sedih karena hidupku mungkin tidak akan lama lagi.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Bitter Is You || ✔ ||
  • Sejenak Luka
  • Seminggu sebelum aku mati (End)
  • Limerence
  • MOST WANTED & KETOS CANTIK
  • Silent Love (END)
  • Dunia Naura
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • ALL MY WOUNDS

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido