GEODI
  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 1, 2021
"Udah tanggal berapa ini!? Bayar utang Lo!" "Besok, gue pasti bayar" ----- "Lo kenapa? Lo ada masalah?" "Bukan urusan lo!" "Kek nya hidup lo penuh dengan beban" "Gak usah sok akrab anak baru!" ----- "Enak aja main utang lagi! Utang lo udah numpok banyak! Kapan Lo mau bayar?" "Terakhir kali bang, kalo malam ini gue menang judi.... Gue akan kasih semua uang hasil judi langsung" "Eh! Lo mau ngasih semua uang hasil judi? Lo itu belum tentu menang! Percuma juga Lo kasih semua uang judi, masih kurang!" ----- "APA!? KAMU MAIN JUDI? APA KAMU GAK TAU? JUDI ITU HARAM!" "Iya maaf sayang, tapi aku-" "SEJAK KAPAN KAMU IKUT JUDI!? DAN KENAPA KAMU GAK BILANG SAMA AKU!?" ----- "Atau gini aja, Lo mau utang Lo lunas kan? Gampang, Lo kasih cewek cantik itu ke gue.... Langsung utang Lo lunas" "Tapi bang-" "Kalo Lo gak mau! Bayar sekarang juga!" ----- Kartu Judi Uang ....Dan hutang Happy Reading^^ Story by wprekomd_id ig:@wattpadrekomd_id
All Rights Reserved
#15
uang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tiga Belas Misi ✔️
  • Arsyilazka
  • friendship dump
  • Mentari Tanpa Sinar
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Epilog Tanpa Prolog
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Di Jodohin [ Lee Jeno ]
  • Sepertiga Malam Adinda & Angkasa

"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines