GEODI
  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 1, 2021
"Udah tanggal berapa ini!? Bayar utang Lo!" "Besok, gue pasti bayar" ----- "Lo kenapa? Lo ada masalah?" "Bukan urusan lo!" "Kek nya hidup lo penuh dengan beban" "Gak usah sok akrab anak baru!" ----- "Enak aja main utang lagi! Utang lo udah numpok banyak! Kapan Lo mau bayar?" "Terakhir kali bang, kalo malam ini gue menang judi.... Gue akan kasih semua uang hasil judi langsung" "Eh! Lo mau ngasih semua uang hasil judi? Lo itu belum tentu menang! Percuma juga Lo kasih semua uang judi, masih kurang!" ----- "APA!? KAMU MAIN JUDI? APA KAMU GAK TAU? JUDI ITU HARAM!" "Iya maaf sayang, tapi aku-" "SEJAK KAPAN KAMU IKUT JUDI!? DAN KENAPA KAMU GAK BILANG SAMA AKU!?" ----- "Atau gini aja, Lo mau utang Lo lunas kan? Gampang, Lo kasih cewek cantik itu ke gue.... Langsung utang Lo lunas" "Tapi bang-" "Kalo Lo gak mau! Bayar sekarang juga!" ----- Kartu Judi Uang ....Dan hutang Happy Reading^^ Story by wprekomd_id ig:@wattpadrekomd_id
All Rights Reserved
#2
mudi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • BULAN (END)
  • Cassandra✔✔
  • U'RE MINE [END]
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • dimana janji tersebut
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • VAGALDARA [TERBIT]

#1-wattpad (20 juli 2020) "Ezhar--lo mau gak jadi pacar gue." Menggunakan pengeras suara Sifa berbicara di tengah lapangan sekolah menghampiri Ezhar yang tengah bermain basket. "Lo gila?" Bisik Ezhar, tatapan nya sudah tajam pada Sifa. "Lo bukan tipe cowok yang bakalan mempermalukan cewek di depan semua orang kan?" "Iya, kecuali lo gue gak peduli semalu apapun lo." Tegas Ezhar sudah ingin bergerak ke pinggir lapangan. "Zhar." Lirih Sifa putus asa memegang lengan Ezhar. Ezhar menghela nafas, ia kalah saat melihat mata Sifa yang memohon padanya. "Gue terima." Dia berbicara menggunakan pengeras suara yang dipegang Sifa. Setelah itu Ezhar membawa Sifa ke pinggir lapang, dengan sorakan riuh semua siswa yang melihat kejadian tadi. Tidak peduli sekeras apapun perjuangan dan usahanya, dia masih sangat tak terbayang bahwa hidupnya begitu malang. Untuk melepaskan diri dari situasi buruk, dia sangat membutuhkan kesempatan besar dalam hidupnya. Ketika putus asa menghampiri, satu kata yang terbesit yaitu nekat. #Mencari jalan keluar dari semua kesulitan. #Desperate #terimakasih telah lahir di dunia ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines