Love Different Nature

Love Different Nature

  • WpView
    Reads 221
  • WpVote
    Votes 138
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 27, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Kita tidak boleh egois terhadap seseorang , boleh berharap tapi gaboleh berharap lebih untuk seseorang yang bakal ninggalin kita suatu saat , kita gatau kapan orang itu akan di panggil , kita juga gatau siapa dulu yang bakal di panggil , jadi relakan dia , kalo kita ga rela dia pergi , dia juga pergi gabakal tenang , yang ada kita sudah membuat hidupnya di akhirat semakin resah , disitulah kisah ini dimulai. Seorang gadia yang selalu posesif terhadap teman yang udah dia sayang , Pada suatu saat gadis itu tidak rela, saat mendear kabar dari mama papa kekasihnya , bahwa kekasihnya telah pergi , dan pada saat itu mereka masih ldrn . Sebelum meninggal memang kekasihnya tidak pernah mengasih kabar kepada sang gadis , namun papa mama sang kekasih pernah bilang , bahwa sang lelaki itu dari kecil sudah mempunya sakit asma . Dengan tidak relanya sang gadis di tibggal pergi oleh kekasihnya , apa yang terjadi dengan sang gadis?! Baca ceritanya duluu Jan lupa votee or komen hopefully cerita gw seru , bcs ragu aja ma cerita gw , karna gw baru pertama nulis
All Rights Reserved
#350
nonfiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • sorry (COMPLETE✔✔)
  • AGAVAN (H I A T U S)
  • Perfect Queen
  • RAYYA & REVAL (completed)
  • Different [END]
  • GARIS LUKA
  • BETWEEN
  • CARAKU MENDAPATKANMU

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines