SAILAZA

SAILAZA

  • WpView
    Leituras 6
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, ago 28, 2021
Abrian Sainowa Delaza Opuskov "Katanya kamu suka sama aku? tapi ko kita cuma temenan?" "Saya lebih suka seperti ini. Bukan tidak ada kejelasan, tapi memang kita berdua sudah ditakdirkan." "Ditakdirkan untuk apa? untuk jadi teman?" "Iya, teman untuk menyempurnakan ibadah" Dia adalah bang-sai, pacar gue. Ehm salah. Dia adalah teman gue, teman hidup maksud gue. Umur gue dan dia terpaut 5 tahun, dia lebih tua. Dia adalah orang yang lucu. Inilah kisah gue dan bang-sai. *Sorry, ini cerita pertama gue jadi maklum kalo belum pro.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Keano
  • LALA
  • (1) HIM ✔
  • Hello Alin | ✔
  • Back To You
  • High School Love Story
  • Sahabat Jadi Cinta [END]
  • Tanduk Kecil di Atas Kepala Kita
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • IS IT LOVE?  [On Going]
Keano

[ COMPLETED ] "Della." Della membalikan tubuhnya dan melihat kearah suara yang memanggilnya tapi dia tidak menemukan siapapun disana. "Gue disini." Della tersentak kaget saat menyadari pemilik suara itu dan saat ini pemilik suara itu ada dihadapannya. Della menelan ludahnya dengan susah payah. "Kak Ken?" Lelaki dihadapannya hanya tersenyum sambil menatap lurus mata Della. "Lo jangan terlalu menyayangi seseorang apalagi lo gak pernah tau bagaimana perasaan orang yang lo sayangi itu." Della masih diam dengan segala kebingungannya saat ini. "Mak-maksud..lo?" Sekali lagi Ken tersenyum dan menepuk lembut pundak Della. "Jangan bodoh hanya karena lo terlalu cinta sama orang." *** Seiring berjalannya waktu perasaan itu semakin tidak bisa aku kuasai. Perasaanku sudah menguasai diriku. Tidak pernah aku menyadari satu hal bahwa aku ingin memilikimu aku selalu mengharapkanmu. Tapi aku sadar memilikimu hanyalah angan semata. *** Mungkin bagi dia aku bukanlah siapa-siapa. Tapi bagiku dia adalah sosok yang begitu sempurna. Dia adalah cowok yang berbeda, sejak pertama kali aku melihatnya aku sudah dibuat kagum dengan sikap ramahnya. Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar cinta pada pandangan pertama?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo