Rhegha

Rhegha

  • WpView
    Membaca 385
  • WpVote
    Vote 65
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Okt 10, 2021
Rhea berjalan ingin menyembrang jalan yang sepi itu,tapi tiba tiba saja ada sebuah motor besar melaju dengan sangat cepat hingga dimana rhea hampir saja ketabrak dengan motor besar itu, "AAAAAAAAAAA" teriak rhea saat motor besar itu mulai mendekat kearahnya,dengan posisi kedua tangan yang ia gunakan untuk menutup kedua matanya "CCCCIITTTTTTTTT" "DUCKKKKKK" "BRAKKKK" Dia anak kecil yang hampir saja kutabrak dengan motorku,dia bernama rhea,ya rhea nama yang cantik menurutku. Pada saat hampir ketabrak anak ini jatuh terduduk di depan motor besarku persis didepannya,aku langsung mengahampirinya dan menanyai apakah ada yang sakit? Tapi pada saat seru menanyai,anak ini malah melihatku seperti ada sesuatu yang dia ingat,tak lama dari itu tiba tiba saja satu kata keluar dari mulut kecilnya yang sontak membuatku sangat kaget dan binggung. "PAPA" Kata itu yang keluar dari mulut munggilnya. Mau tau cerita lengkapnya ?? Yukk baca cerita RHEGA. 🍁WARNING🍁 📍FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA 📍CERITA RHEGHA SLOW UPDATE 📍JANGAN LUPA VOTE SAMA SHARE KE SOSMED KALIAN 📍FOLLOW AKU IG KU : @Miaedtzyy @Rndomtsyy 📍UDAH ITU AJA JANGAN BANYAK BANYAK HAPPY READING PREND >333
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#192
wattpadrekomendasi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hopeless
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Arsyilazka
  • Semu [Completed]
  • LEARA
  • Arcus & Raine [On Going]
  • JAM 3 SORE
  • Become a Parent's [END]
  • WHO ?
Hopeless

Repost update rutin setiap Rabu, Jumat dan Minggu di jam 8 malam :"-) :::: Kita adalah kisah happy ending dengan epilog yang menyakitkan. :::: "Sakit." Bukan. Bukan lukanya namun perasaannya. Ia menarik napas panjang, dadanya teramat sesak, bahkan bernapas pun begitu menyakitkan. "Tuhan, tolong dengar, aku mau pulang." Lirihan yang penuh duka keluar begitu saja. Semesta seolah senang melihat senyum di sudut bibir Jeslin bertambah pudar. "Aku hanya penikmat luka yang tidak pernah mengerti cara untuk sembuh." "Terluka lalu lupakan" "Sulit, tapi aku sanggup." "Terima kasih atas semua luka yang tak pernah berujung."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan