BRAGA : YOUNG PAPA

BRAGA : YOUNG PAPA

  • WpView
    Reads 9,505
  • WpVote
    Votes 390
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 12, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
[ON GOING] "Kak gue hamil!" gadis itu menatap Braga seraya menahan air matanya. Braga diam lalu menatap balik gadis itu. "Besok temuin gue sama orang tua lo, tapi inget satu hal, gue sama sekali gak pernah ngerasa ngehamilin lo!" Gadis terdiam sejenak. "Lo memang bukan ayah dari anak yang gue kandung ini kak, maafin gue, gue terpaksa ngelakuin ini." gumam gadis itu samar membuat Braga tak menyadarinya. Semenjak saat itu status Braga kini berubah menjadi seorang ayah, dan semenjak saat itu juga hubungannya dengan pacarnya jadi merenggang. Braga sama sekali tidak ingat apa yang malam itu ia perbuat dengan gadis itu sehingga ia berani sekali menyuruh Braga untuk bertanggung jawab. [UPDATE KALO GABUT] ©raemyunn
All Rights Reserved
#10
retro
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tingkat Tiga
  • Unplanned marriage
  • Promise (OPEN PO) ✅
  • TITIPAN HATI (END)
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Antagonis 2 (END)
  • TOXIC [END]

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines