DECEMBER

DECEMBER

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 8, 2021
"lo bajingan ms,dia neror gue!" "hei dia siapa? siapa yang berani meneror mu sweetie?" "dia neror gue! gue takut,pelacur itu mau ngambil lo dari gue bajingan!!" .... "mari kita mati bersama sweetie" "lo gila nana" .... "bul" "jangan panggil pake nama itu bangsat" "Bulan" lirih ms "cukup mic,jangan bikin gue tambah benci lo" "dia masih hidup bul" deg...... .... "kenapa lo suka sama bulan?" "karna gue yakin bulan bakal selalu terang meskipun tanpa bantuan bintang" ... "lo jelek" "iya makasih" ... CITTTTTTTTT BRUKKKK!!!!! "EZAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!" ...................................................................... akibat masa lalu yang membuat December membenci ms siapakah Bulan?dan siapakah ms? siapakah dia yang di maksud ms? mau tau kisah nya mari bertamu di lapak saya,tak payah sungkan #perdamaian
All Rights Reserved
#5
ms
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Mentari Tanpa Sinar
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Painful By Accident (Completed)
  • BINTANG&BULAN
  • LANGIT & BULAN
  • Mas Jevin || JICHEN

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines