Penantian Cinta Adzkiya

Penantian Cinta Adzkiya

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 4, 2021
(DI HARAPKAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA BUAT MENGHARGAI SI PENULIS🤗🤍🙏 "Aku tetap akan menanti hari dimana kamu bisa mencintai aku"ucap gadis itu. "PERCUMA! HARI ITU GABAKAL ADA!"balas pria itu. "Aku akan berusaha"ucap gadis itu. "usaha lo itu bakal sia sia!gue yakin 2 bulan kedepan lo bakal nyerah dan tanda tangan surat cerai ini" "Kita lihat aja nanti, suatu saat kamu pasti akan sadar" ____________________________________ Dua sejoli berlawan jenis dipaksa harus ditakdirkan hidup bersama dengan sifat yang bertolak belaka. gadis itu sering mengimpikan sebuah rumah tangga yang harmonis, penuh cinta, dan tawa bahagia, namun pada akhirnya gadis itu harus menguburkan impiannya setelah ia terpaksa menuruti keinginan terakhir ayah dan bundanya. kematian ayah dari gadis itu yang disebabkan oleh tabrakan mobil dari pria yang dinikahinya. pria itu terpaksa menikahi gadis itu karena perintah kedua orang tuanya sekaligus mengganti rugi atas apa yang ia perbuat. ______________________________________ mau tau apa yang akan terjadi di rumah tangga mereka? yuk mampir lahh dan jangan lupa tinggalin jejak votee ya, agar bisa semangat buat cepat cepat update part part selanjutnyaa!!!!
All Rights Reserved
#8
altezza
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prenuptial Agreement
  • Azwa Karsa (END-COMPLETED)
  • DIVIDED LOVE
  • ANTAGONIS ALVASYA [ON GOING]
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT]
  • Menatap Untuk Menetap [END]
  • REGATHAN [END]
  • Aracha
  • MANA JANJI MU GUS?!

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines