ROMANTIC MARRIAGE

ROMANTIC MARRIAGE

  • WpView
    Reads 5,066
  • WpVote
    Votes 358
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 9, 2024
Di luar sana, mamanya sudah amat marah. Mengamuk tak terima. Bagaikan direndahkan, seolah olah prosesi pernikahan ini dianggap hanya mainan sahaja. Urat urat nadinya tertarik, gigi graham yang saling bergemeletuk menandakan ledakan emosi yang masih coba untuk ditahan. Hingga ia menguatkan diri untuk coba keluar dari kamar ini, mencoba untuk menenangkan hatinya, mendinginkan kepala demi menemukan jalan keluar dari semua masalah. "Ya. Saya setuju untuk menikahi adiknya isyana." Jawaban mantap keluar dari bibir pria ini. Seolah-olah ia sedang memainkan peran boneka yang bisa diganti kapanpun, jika yang satunya rusak. Betapa keji dan sangat tidak manusiawi. Mengganti mempelai wanita dengan seenaknya demi menjaga kehormatan dua keluarga. "Astaghfirullah.. air, nyebut kamu ini." Jerit mamanya. "Kamu tidak boleh memainkan perasaan wanita, apalagi dengan adik isyana yang tidak tahu apa apa." Lanjut mamanya. "Iya nak, kita batalkan saja pernikahan ini. Mungkin memang kamu tidak berjodoh. Papa tidak mau kehormatan keluarga kita di permainkan oleh mereka." Tuntut papanya sembari menunjuk keluarga pramudya yang tak tahu malu. Mereka datang untuk meminta maaf, putri tertua mereka sudah pergi dengan meninggalkan arang yang mencoreng wajah kedua orangtuanya. Dan ya, sebagai ganti rugi mereka lebih memilih untuk mengorbankan hati anak bontotnya yang tidak tahu apa apa perihal masalah ini. Dengan membawa kertas biodata yang ntah bagaimana bisa sampai pada tangannya sendiri. Disana tertulis sebuah nama dengan jelas, begitupun dengan daftar riwayat hidupnya. Tertanda : Ilyana Prescilla. Teruntuk : Airshaka Ganendra.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A [Completed]
  • The Love From The Start
  • Silent, Please! (Re-up)
  • K H A L I Z A || Complete
  • Way To You (END)
  • syanin
  • PERJODOHAN KEJUTAN (TAMAT)
  • Rendra & Lila [END]

"Jangan liatin gue kayak gitu, gue ga suka." Ucap Aya terang-terangan. "Aya," panggilan itu entah kenapa terasa berbeda, Aya menjadi gugup. "Hm?" Aldi justru kembali diam, lagi-lagi malah menatapnya. "Kak sumpah gue ga suka ditatap lawan jenis begini. Lo to the point aja mau bahas apa, kalau engga lo bisa balik." Ucap Aya akhirnya. Aldi justru mengotak-atik ponselnya kemudian di sodorkan ke Aya. "Kenapa?" "Liat aja," Tanpa rasa curiga Aya mengambil ponsel itu. Ada sebuah video berlatarkan ruang rawat Ayahnya. Aya menatap Aldi bingung sebelum memutar video itu. Tangan Aya bergetar, inikah alasan Ayahnya meminta agar ia jangan membenci sang Ayah? "Tolong berusaha ikhlas dengan keputusan Ayah, tolong jangan benci Ayah karena itu." Ucap Ayahnya saat itu. Aya tidak tau harus apa. Aya tau pernikahan dalam video ini sah, setidaknya dalam agama. Jadi ia sudah menjadi istri Aldi dari kemarin? Dan tidak ada satupun yang mengatakannya? Bahkan Ayahnya juga tidak bertanya dahulu apa ia mau atau tidak. "Ayah tidak salah, beliau tidak ingin lo sendiri." Ucap Aldi hati-hati. "Tapi kita cuma orang asing. Lo bisa-bisanya nikahin gue gitu aja. Gimana kalau gue orang jahat? Gimana kalau lo yang orang jahat? Gu-gue..." Aya menggeleng. "Gue gatau," lanjut Aya pelan. Apa karena ini juga Papa Aldi mengatakan kalau Aya sudah mengambil anak laki-lakinya? Jadi Papa Aldi tidak merestui mereka? Rasanya Aya semakin dibuat pusing. Aya menggeleng, "Ini, ini semua masih ga masuk akal." Aldi tau Aya tidak akan menerima dengan mudah. Tapi ia sudah berjanji, tidak hanya dihadapan Ayah Aya dan para saksi, tapi juga dihadapan Allah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines