ROMANTIC MARRIAGE

ROMANTIC MARRIAGE

  • WpView
    Membaca 5,086
  • WpVote
    Vote 358
  • WpPart
    Bab 21
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Okt 9, 2024
Di luar sana, mamanya sudah amat marah. Mengamuk tak terima. Bagaikan direndahkan, seolah olah prosesi pernikahan ini dianggap hanya mainan sahaja. Urat urat nadinya tertarik, gigi graham yang saling bergemeletuk menandakan ledakan emosi yang masih coba untuk ditahan. Hingga ia menguatkan diri untuk coba keluar dari kamar ini, mencoba untuk menenangkan hatinya, mendinginkan kepala demi menemukan jalan keluar dari semua masalah. "Ya. Saya setuju untuk menikahi adiknya isyana." Jawaban mantap keluar dari bibir pria ini. Seolah-olah ia sedang memainkan peran boneka yang bisa diganti kapanpun, jika yang satunya rusak. Betapa keji dan sangat tidak manusiawi. Mengganti mempelai wanita dengan seenaknya demi menjaga kehormatan dua keluarga. "Astaghfirullah.. air, nyebut kamu ini." Jerit mamanya. "Kamu tidak boleh memainkan perasaan wanita, apalagi dengan adik isyana yang tidak tahu apa apa." Lanjut mamanya. "Iya nak, kita batalkan saja pernikahan ini. Mungkin memang kamu tidak berjodoh. Papa tidak mau kehormatan keluarga kita di permainkan oleh mereka." Tuntut papanya sembari menunjuk keluarga pramudya yang tak tahu malu. Mereka datang untuk meminta maaf, putri tertua mereka sudah pergi dengan meninggalkan arang yang mencoreng wajah kedua orangtuanya. Dan ya, sebagai ganti rugi mereka lebih memilih untuk mengorbankan hati anak bontotnya yang tidak tahu apa apa perihal masalah ini. Dengan membawa kertas biodata yang ntah bagaimana bisa sampai pada tangannya sendiri. Disana tertulis sebuah nama dengan jelas, begitupun dengan daftar riwayat hidupnya. Tertanda : Ilyana Prescilla. Teruntuk : Airshaka Ganendra.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Kami yang Berdosa
  • Way To You (END)
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • syanin
  • CERITA KITA [Lengkap]
  • DANDELION (Aku bukan Orang Ketiga)
  • Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)

Arsya merupakan anak asisten rumah tangga dari keluarga Lidya. Saat Arsya berusia 11 tahun, ibunya meninggal. Lidya sudah berjanji bahwa dia akan menjaga Arsya. Namun, kedua anak Lidya-Kevin dan Clara membenci Arsya, karena menganggap Arsya merebut kasih sayang ibu mereka. Saat Arsya dewasa dan cukup matang, ia menikahi Lidya. Kedua anak Lidya-tak terima dan menentang keras keputusan sang ibu. Kakak dan adik itu semakin membenci Arsya. Keduanya selalu berusaha menyingkirkannya dari rumah. Namun, karena suatu kejadian, kebencian Clara terhadap Arsya, perlahan malah berubah menjadi cinta. ________________________ Kevin teriak, "Mama yang keterlaluan! Ma! Orang nggak tahu diri itu lebih muda dari aku, Ma! Apa Mama nggak malu? Selain karena anak pembantu, orang nggak tahu diri ini masih sangat muda, Ma! Beda jauh umurnya sama Mama. Tolong, Ma! Tolong! Sadar! Kalian itu beda jauh umurnya! Nggak pantes. Ini gila, Ma!" Lidya menahan oksigen di dalam tubuh untuk sekian detik. "Memangnya kenapa kami harus malu? Kami bukan pencuri, bukan penjahat, bukan koruptor. Apa ada larangan dalam hukum negara dan agama untuk menikah dengan orang yang berbeda jauh umurnya? "Menikah dengan seorang yang jauh berbeda umur, bukanlah hal yang memalukan, atau pun terlarang, asal keduanya sudah saling dewasa. Arsya sudah dua puluh tahun, sudah dewasa, dan pikirannya juga dewasa," jelas Lidya. Tangannya menunjuk Clara dan Kevin. "Tidak seperti kalian berdua, umur sudah dewasa, tapi tidak pernah berpikir dewasa." Kevin memutar badan, meremas kerah Arsya yang masih duduk, dan memaksanya berdiri. "Lo, dasar anak dari perempuan murahan! Makanya lo bahkan nggak tahu ayah lo itu siapa!" _________________ Cinta mulai tumbuh, ketika sudah terlarang. _________________ Original story by Haneaz. Dilarang plagiat.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan