BRANDAL

BRANDAL

  • WpView
    Reads 172
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 13, 2022
[MENOLAK KERAS PLAGIAT,FOLLOW DULU BARU BISA BACA] ................. Mereka adalah lima sahabat yang tinggal di Bandung.Walau mereka semua berbeda,tetapi mereka selalu bersama dan menamakan diri sebagai pasukan BLACK KILLER Eittss..jangan salah walaupun mereka brandal tapi mereka masih inget batasan dan selalu sholat lima waktu.Tidak hanya itu bahkan mereka sering menyisihkan uang jajan untuk dikumpulkan dan disumbangkan ke Panti Asuhan Di mata Wak Haji mereka dianggap sebagai anak-anak brandal yang selalu membuat onar.Sedangkan dimata musuh bebuyutan mereka dianggap sebagai musuh yang harus dikalahkan dalam setiap pertandingan Persoalan muncul ketika datang seorang gadis tomboy bernama Caramel cucu Babah Alun yang merupakan pemilik pabrik tahu di Bandung.Persahabatan mereka mulai retak karena suatu hal "SILENCE LIKE AN INDEPENDENT MOVING BECOME TEMPERATURE!" -BLACK KILLER "Pasukan BLACK KILLER itu seperti Pandawa,ngga ada rahasia-rahasiaan dia itu setia satu sama lain ngga ada yang khianatin" -NATHAN REGANTARA Bagaimana selanjutnya?apakah mereka akan pisah atau bahkan sebaliknya?penasaran?cuss..langsung aja kepoin jangan lupa masukkan ke perpustakaan kalian yaa!! Karya murni hasil pemikiran sendiri,jika ada nama dan tempat yang sama itu hanya kebetulan Hargai karya penulis dengan vote dan comment kalian✨
All Rights Reserved
#299
lawak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • Warung Di Ujung Mimpi [SudahTerbit]
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • JAEGAR
  • DEAR US (SELESAI)
  • RAJENDRA | Bad & Soft Boyfie  [ On Going ]
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines