Hantu Kecil yang Imut

Hantu Kecil yang Imut

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 6, 2021
Seorang gadis kecil berambut pendek dengan sebuah pita di kepalanya. Dia hantu yang ingin bersabat denganku. Setiap hari mengikutiku, membuat hari-hariku lebih baik. Namun tiba-tiba aku jatuh sakit. Dan kata nenek hantu itu membawa petaka. Menurutku itu tidak benar.
All Rights Reserved
#6
susan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata
  • Senja Termendung
  • 𝙲eπš›πš™πšŽπš— {Ship Countyhumans}
  • Ιͺ'ʟʟ ᴛᴀᴋᴇ ᴄᴀʀᴇ ᴏꜰ ʏᴏᴜ  < Slow Up >
  • Help Ghost
  • α΄…Ιͺκœ°κœ°α΄‡Κ€α΄‡Ι΄α΄› Κα΄‡α΄€Κ€κœ± Ιͺ κœ±α΄›Ιͺʟʟ ΚŸα΄α΄ α΄‡ ᴜ {The End}
  • Putih (Karena Kau Begitu Berarti)
  • Cause No Body's Perfect
  • Terpesona Antara Noda dan Dosa
  • ASAVELA KIARA

Saat aku masih kecil-sekitar usia tiga tahun-aku belum mengerti bedanya mana yang nyata dan mana yang tidak. Dunia terasa seperti tempat bermain yang luas, dan aku menghabiskan banyak waktu di rumah karena musim hujan. Suatu hari, aku bertemu seorang anak kecil seumuranku berdiri di depan rumah. Kami bermain, tertawa, seperti teman biasa. karena aku masih kecil secara otomatis tidak mengetahui teman ku ini ternyata sesosok yang tak kasat mata dan anehnya hanya aku yang bisa melihat 'dia', teman pertama ku. Yang paling aku ingat adalah sosok ular besar yang muncul di dekat rumah. Bukannya takut, aku malah mendekatinya dan mengusap sisiknya. Aku bahkan sempat bicara dengannya-dan dia menjawab dengan lembut, "Ojo wedi ya nduk cah ayu. Aku uduk kewan seng jahat. Aku mung kepengen dulinan karo putuku seng ayu iki." Aku tidak tahu waktu itu kalau semua itu tidak biasa. Aku hanya seorang gadis kecil yang merasa punya teman bermain. Tapi semakin aku tumbuh, semakin aku sadar... mereka tak pernah benar-benar pergi. Inilah kisah tentang tempat aku tumbuh. Tentang lima teman yang tak kasat mata. Tentang hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika-tapi nyata bagiku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines