We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Help Me!
  • WpView
    Reads 458
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 7, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
[ Sebelum membaca jangan lupa follow akun ini,oke? dan setiap chapternya jangan lupa vote&comen yakk] "Kau tau resiko setelah memasuki kehidupanku, maka tidak ada lagi jalan keluar bagimu Swetty," ujar Alex Kata kata itu terngiang jelas di kepala Alexia, Tidak bisa dipungkiri kalau ternyata perkataan itu menjadi petaka buat Alexia. Seharusnya ia mengikuti saran dari teman-temannya, namun nasi sudah menjadi bubur. Alexia terkurung dari cengkeraman iblis yang tak lain adalah Alex, ia tidak tau sampai kapan alex akan melepaskannya dan membiarkan hidupnya tenang. " Setelah kamu memasuki duniaku,maka tidak ada jalan keluar lagi selain kau jatuh kepelukanku." Ini karya ketiga ku yah>< Mogaa sukaa dengan karya ini yakk... mon maaf kalau kurang menarik;)
All Rights Reserved
#282
darah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EDELINE [END] [TELAH TERBIT]
  • You Always Mine, Edrea.
  • After You Hurt√
  • SEAN
  • Possessed by You
  • Am I Scary?
  • PacarkuPshycopath (TAMAT)
  • Identity
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi

SEQUEL "ALEXIO" [FOLLOW DULU SEBELUM BACA!] DON'T COPY MY STORY❌️‼️ 18+ Buat yang baru baca, kalian bisa baca Alexio dulu sebelum baca Edeline, biar kalian paham alurnya, xx. *** Setelah lima tahun, Edeline hidup seperti orang yang berbeda. Dunia gelap yang tidak pernah ia sentuh sebelumnya. Kini ia harus benar-benar terlibat di dalamnya. Aroma darah, dan kematian menjadi hal biasa yang ia lihat. Sampai suatu ketika ia dihadapkan pada pilihan yang sulit. Haruskah ia kembali pada seseorang yang selalu mengisi harinya? atau justru ia harus menyerah? *** "Shit!" pekik Edeline ketika tembakannya meleset cukup jauh. Seketika itu ia menoleh, dan melihat seseorang yang menjadi penyebab tembakannya meleset. Jade menyengir kecil sebelum ia membawakan sesuatu untuk Edeline. "For you," ucap Jade dengan senyum lebarnya, berharap Edeline akan memaafkannya kali ini. Edeline hanya memutar bola matanya, sebelum ia melanjutkan latihannya. Perempuan itu begitu fokus sampai ia tidak peduli akan apa yang dikatakan Jade setelahnya. *** "X," ucap Edeline pada akhirnya. Alexio yang mendengar itu tersenyum miring. Hal inilah yang ia inginkan sedari tadi. Gadis itu yang memohon dengan memanggil namanya. "Yes, I'm your X." Bisik Alexio seraya mengecup cuping telinga Edeline.

More details
WpActionLinkContent Guidelines