Kita, Cinta & Luka [END]

Kita, Cinta & Luka [END]

  • WpView
    Reads 9,511
  • WpVote
    Votes 948
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 21, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Awalnya semua baik-baik saja. Sebelum Naja mulai menaruh rasa pada Setya, pacar sahabatnya. Berulang kali berusaha melupa, tapi semesta selalu saja mempermainkan rasa yang ada. Hingga ... saat waktu itu tiba, dimana Setya mulai membalas perasaan Naja, Naja sangat bahagia. Sampai Naja tidak sadar bahwa dia tengah menciptakan luka. Luka untuk dirinya, orang-orang terdekatnya dan mungkin juga ... untuk kamu. Namun, cerita ini tak hanya berputar sampai disitu. 𝗡𝗼𝘁𝗲: Quotes dan isi cerita ini murni hasil imajinasi saya sendiri. Jadi, bila ingin menggunakan kata-kata di cerita ini untuk kepentingan pribadi tolong disertakan sumbernya. DILARANG MEMPLAGIAT! 𝗙𝗬𝗜: Tokoh yang bernama Naja di cerita ini adalah perempuan. Cover: Pinterest
All Rights Reserved
#41
exclusivewritingchallenge
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANANTA [COMPLETED]
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • 118 days  [hiatus]
  • Vericha Aflyn ✔️
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • NAYLA  || Luka Berakhir Duka (End:Revisi📌)
  • BULAN [END]
  • DELORA ✓
  • Perihal Luka 2
  • CLAUSTRUM || End✓

[FOLLOW AUTHOR,SEBELUM MEMBACA SEBAGAI BENTUK SUPORT KALIAN UNTUK PENULIS DAN CERITA INI] (BELUM REVISI) "Aku sayang kamu tanpa alasan,mencintai kamu adalah keputusan,di cintai oleh mu adalah kebahagiaan.aku tau kamu selalu berusaha buat aku nan,walau banyak luka yang aku dapat,aku gak pernah menyesal,ananta."- Aquenna Adilan Sabil. "Maaf selalu buat lo sakit,quen. Gue emang cowok brengsek yang udah lancang masuk ke kehidupan lo. Tapi demi tuhan aku gak bisa hidup tanpa kamu,Aquenna."- Ananta. ≈≈≈≈≈≈♥≈≈≈≈≈≈≈ Mungkin memang pergi adalah jalan terbaik untuk melupakan,namun jika masih ada kesempatan yang datang,kenapa harus di lewatkan?. Hidup tak se munafik itu untuk mengingkari diri sendiri. Bila ada jalan lurus untuk kembali, kenapa harus memilih yang berkelok untuk lanjut?. Namun pada dasarnya cinta akan kembali menuju jalan takdirnya,dan pada hakikatnya pergi hanyalah jalan terakhir bila tak ada jalan lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines