Ketika Rindu Bertasbih

Ketika Rindu Bertasbih

  • WpView
    Reads 2,377
  • WpVote
    Votes 472
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 8, 2021
Jangan lupa follow Mimin dan subscribe ceritanya dulu ya. Biar Mimin tambah semangat. Cahya merasakan hatinya selalu kosong, sedih, rindu, bahkan kadang tanpa disadari mata mengalir jika mendengar ayat-ayat dari surah Ar-Rahman. Seperti ada yang hilang, tetapi ia tidak tahu apa. Mengapa? Apakah ada bagian dari hidupnya yang telah dilupakannya? Orang tua Cahya berusaha mengobatinya ke berbagai orang pintar. Ada yang mengatakan, bahwa ia diganggu jin. Ada juga yang mengatakan bahwa ia disukai laki-laki dari bangsa jin. Sebenarnya apa yang terjadi? Dalam pencarian itu, si Cahya yang tidak begitu peduli dengan orang lain akhirnya terjebak dalam teka-teki tiga orang pemuda. Hans, anak mantan majikan ayahnya yang sangat peduli. Setya, dokter rese yang suka memancing emosi. Raihan, pemuda idaman santriwati, tak terkecuali Cahya. Happy reading.
All Rights Reserved
#990
pertemanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dalam Hijrah #FJSTheWWG
  • Takdirku ✓
  • Tahajjud Cinta [END]
  • ZARAIDEN [End]
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam [END] -> TERBIT
  • Bukan Aku yang Dia Inginkan || TERBIT ✓
  • Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • AZZELINE || (END)

1#hijrahcinta "Ta-tapi, kenapa ka Azam memilih saya untuk dijadikan pendamping?" "Bukannya kakak tau, dulu sikapku pada kakak seperti apa?" lanjut Syifa. Azam terdiam sekejap. "Tapi itu dulu kan?" tanyanya singkat. "Dan masa laluku sangatlah buruk. Aku tak pantas untuk kakak. Kakak itu agamanya sangat baik, sedangkan aku?" "Tapi kamu tidak hidup di masa lalu lagi. Kamu akan hidup di masa depan. Dan aku yakin kamu pasti menjadi wanita yang lebih baik." Azam berkata dengan nada santai. "Aku tak pantas untuk kakak," Syifa menundukkan kepalanya. "Kenapa?" "Aku ingin memperbaiki diri dulu." "Aku yang akan membimbingmu." "Lelaki yang baik, untuk perempuan yang baik, pun sebaliknya. Kakak baik tapi aku tidak." "Berhenti merendahkan dirimu. Kamu memang belum baik sepenuhnya, tapi kamu sedang berusaha menjadi baik, kan? Aku akan membimbing mu." "Tapi kak..." "Apa ini tanda kamu menolak lamaranku?" "Tidak begitu..." "Semua terserah padamu. Aku akan menunggu jawabannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines