White House

White House

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 5, 2021
WpInfo
Fiction
Horror
Apakah kau merupakan korban kekerasan mental? Kalau iya, mau mencoba rehabilitasi di tempat yang bagus? Aku memiliki rekomendasi. Aku yakin kau suka. Tempat itu sangat aman dan nyaman. Kau pasti akan betah didalamnya. Selama ini kau belum pernah menceritakan kisah hidup mu yang mengerikan pada orang lain, bukan? Nah, kamu bisa mencurahkan seluruhnya di tempat itu. Namanya White House, apakah kau mau? Tenang saja, kau benar-benar akan betah disana, kau belum pernah merasakan asrama, kan? White House itu memiliki sistem asrama, tempatnya di pulau terpencil yang asri. Percayalah, kau benar-benar akan betah di dalamnya, Benarkah?? Kau mau?? Kalau begitu, aku akan menjemputmu besok, tunggu aku, oke? Aku akan membawamu ke dalam kebahagiaan. Percayalah padaku. Aku berjanji.
All Rights Reserved
#579
psikopat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hello Stranger
  • I find You with a arloji
  • authory?
  • Di Balik Nama Zella
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • KIARA [End]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)

"Seperti apa rumahmu?" Beberapa orang akan menjawab dengan jawaban seperti, "sebuah bangunan yang memiliki pintu, jendela, atap, dan menjadi tempat untuk tinggal dan beristirahat." Tapi bagi Sean, rumahnya adalah seorang wanita yang memiliki tinggi 157 cm dan bekerja menjadi perancang busana. Setiap berada di dekat wanita itu ia merasa seperti sedang berada di rumahnya. Dan Sean adalah rumah bagi seorang gadis pecinta es jeruk yang berambut hitam dengan poni berwarna kuning di pinggir wajahnya. Bukan karena gadis itu sudah mengenal Sean dalam waktu yang lama, tapi karena Sean mampu membuat gadis itu merasakan bagaimana hangatnya berada di rumah. Pada akhirnya pertanyaan "seperti apa rumahmu?" berubah menjadi, "siapa rumahmu?" Maka dari itu, temukan rumahmu. Jika tidak bisa menemukan rumahmu, jadilah rumah untuk dirimu sendiri. tw // harshword , violence , mental illness , accident , suicidal thought - Status: complete Start: 8 September 2021 End: 22 November 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines