Semusim Pagi dan Sore

Semusim Pagi dan Sore

  • WpView
    Dibaca 531
  • WpVote
    Vote 61
  • WpPart
    Bab 33
WpMetadataReadDewasaLengkap Kam, Okt 28, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Jadi, kau pilih menikah denganku atau bersedia dijual kepada banyak pria lain?" tanyanya mencekik situasi. Tersentak oleh himpitan keadaan. Tidak ada pilihan lain. Seorang pria asing memaksa menikahinya. Pikirannya kalut karena cinta pertama yang selalu dinanti tak kunjung datang. Bagaimana caranya Alina akan keluar dari neraka ini? "Kapan kau kembali, wahai Semusim Pagi? Pilihan ini menyiksaku karena tidak bisa menunggumu lebih lama lagi. Mengapa ingin lepas dari satu neraka, justru aku akan dimasukkan dalam neraka yang lain?" batinnya gemetar dalam isak yang tertahan. Perjuangan tidak selesai di sini. Muncul musuh dalam selimut yang tidak dikira. Penderitaan seumur hidup yang telah dilalui berpeluh luka. Lantas, kapan berakhirnya? Trigger warning. Mengandung kekerasan. Berhentilah membaca jika tulisan ini membuat fisik dan psikis kalian tidak terkendali. Silakan membubuhkan komentar terkait plot hole, PUEBI, KBBI, typo, dsb. Terima kasih berkenan membaca.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • SINGGAH (Telah Terbit)
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Way To You (END)
  • Sore, Senja, dan Hujan
  • Antara Fajar Dan Senja [TERBIT]
  • My Annoying Little Wife #WRITONwithCWBP
  • Antara Cinta dan Persahabatan
  • Karena Kamu Rumahnya
  • AILAH(END)✅

WARNING!! SEBAGIAN PART TELAH DIHAPUS ___ Note: Sebelum baca, silahkan baca Ps. di bawah. Rank❣ #11 in Spiritual: 31/07/18 #14 in Chicklit: 31/07/18 ___ Aku bahagia. Sangat bahagia dalam kesendirian ini. Dengan begini aku bisa menikmati waktu yang kupunya dengan beribadah dan memeluk-Nya lebih erat lagi. - Ailani Khaliqa Rabani - Sudah terlambatkah bagiku untuk memperbaiki kesalahanku? Untuk memulainya dari awal? Meskipun kamu sangat terluka karenaku, bolehkah aku yang mengobatinya pula? - Arsakha Tsabit - Aku yang dulu membuatmu melupakan rasa sakitmu. Aku yang membuatmu nyaman dan seharusnya akulah tempatmu pulang nanti. - Fathiya Ardila - Aku mencintaimu karena Allah. Tidak peduli seberapa hancurnya dan seberapa banyak kepingan hatimu yang terluka, aku akan mengobatimu. Kamulah tempatku berpulang. - Arifatih Ismawan - Kamu bisa belajar mencintaiku setelah kita menikah nanti. - Sherly Eldifya - Juli, 2016 Regards, Selvania Nova Sidiqisma Ps.: Ada beberapa bab yang diprivate demi keamanan hak cipta, kalau mau baca silahkan follow dulu. Selesai baca, mau unfollow silahkan. Ini bukan ajang untuk cari followers, hanya bentuk perlindungan penulis terhadap karyanya. Selamat membaca, semoga bermanfaat. 😊

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan