Perfectly Imperfect

Perfectly Imperfect

  • WpView
    Membaca 36
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Agt 28, 2021
"I'm not as perfect as people think." Itu adalah kalimat yang di ucapkan secara tidak langsung oleh ke empat insan ini. Tuntutan sosial, Tuntutan Gender, Tuntutan Keluargga, dan 'Tuntutan-Tuntutan' lain nya membuat mereka selalu memakai topeng setiap saat. Tidak usah mengelak, kamu pasti cerminan salah satu dari mereka. ************ Cerita ini di peruntukkan pada remaja-remaja yang rentan dengan masalah kesehatan mental dari lingkungan sekitar nya. Entah itu Toxic Positivity, Toxic Masculin, ataupun yang lain nya. Jika kamu 'Relate' dengan cerita ini, aku katakan, aku bangga kamu bisa bertahan. Jika tidak, aku senang kalian tidak merasakan nya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#2
toxicmasculinity
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Salsabila🌻
  • Scars To Your Beautiful {END}
  • HELP! (END).
  • ON REMEMBERING
  • My Three Brothers [Terbit]
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • ELGARVE ; MY POSSESSIVE BOYFRIEND
  • PERFECT?|END✔
  • you are mine || rioncaine [END]
  • LOVE YOURSELF

Aku yang selalu saja berada lingkup keluarga yang bisa dibilang toxic. Papa yang selalu mengurungku dalam rantai yang diciptakannya. Semua kegiatan yang akan aku lakukan harus seizin papa dulu. Aturannya yang begitu banyak menuntutku harus tunduk dibawah kuasanya. Anak perempuan harus dijaga lebih ketat dan diberitahu lebih jelas bagaimana seharusnya dia berprilaku dan tidak membuat kedua orang tuanya malu. Kata kata itu yang selalu keluar dari mulut papa ku setiap kali aku membantah ucapannya. Mamaku pun tidak bisa berbuat banyak. Mama mungkin sama denganku begitu tertekan dengan segala aturan sang kepala rumah tangga. Akupun hanya bisa patuh dengan semua aturan papa. Aku bungsu dari 3 bersaudara. Mempunyai 2 saudara laki laki membuatku juga semakin tertekan. Kedua saudara ku sikapnya sama dengan papa. Aku yang selalu dipandang tidak mampu melakukan apapun tanpa bantuan dari mereka. Hanya seorang gadis remaja yang selalu harus dijaga dengan ketat. Padahal umurku sudah menginjak 17 tahun kelas 2 sma tapi masih saja dipandang bocah kecil. Sudah 17 tahun aku hidup dibawah kekangan papa dan kedua abangku. Sebenarnya sudah cukup muak dengan semua ini. Tapi akupun tidak mampu untuk membantah papa dan abang aku. Karna sedari kecil selalu didik agar tidak pernah membantah atau melanggar aturan papa.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan