BINTANG ADISTANDARA

BINTANG ADISTANDARA

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 28, 2021
Angin malam menyapa wajah seorg gadis yang sedang duduk di balik jendela yg terbuka. Angin yang begitu nakal membuat rambut sang gadis berantakan, dia duduk dengan memegang buku yang sangat cantik pemberian ibu nya. Duduk sambil menikmati secangkir susu coklat panas dengan memandang bulan dan bintang yang disertai kilat yg menyapa bulan, bintang di langit malam yang indah dan sunyi. Suara pintu terbuka nyaring menampilkan wanita separu baya. Ckrek... Perlahan ada yang mendekat namun tak ada hirauan sama sekali dari gadis itu. "bintang" pangil wanda pada anak nya. Ya nama gadis itu bintang adistandara. Bintang melihat arah suara tersebut dengan senyuman manis nya.
All Rights Reserved
#876
romatis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Story Of Sharga & Ahra ✅(Tamat)
  • Star (Slow Update)
  • " BYE "
  • Little Prince (THE END)
  • Bad (baby) boy (End)
  • 𝐁𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐭𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐋𝐚��𝐧𝐠𝐢𝐭
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Nada & Luka (THE END)
  • Ziel Alexander Dominic [PDF]✔️
  • Keano Domino ( END )

Hujan mengguyur bumi pagi itu. Jalanan digenangi air yang terus berjatuhan dari subuh tadi. Tampak gadis bertubuh mungil tengah disibukkan oleh aktifitas seperti biasa. Hujan bukan alasan untuknya bermalas-malasan. Meski rasa mengantuk terus menghantuinya. "Apa yang kau masak pagi ini?", Seseorang dengan suara berat mirip anak laki2 tiba-tiba muncul. Dia mengambil gelas dan menuangkan air untuk diminumnya. "Bisakah kau tidak membuatku terkejut? suara laki-lakimu sangat mengganggu", Sungut si gadis mungil. "Jangan salah kan aku, ini kan memeang biasa terjadi ketika aku bangun tidur, jadi apa yang kau masak?", Kembali gadis bersuara laki-laki itu bertanya. "Mie instan, kau mau?", Si gadis mungil masih sibuk dengan mie instan untuk sarapannya pagi ini. "Kau baik sekali, 1 mangkuk dengan telur ya, terima kasih", Si gadis bersuara laki-laki itu berlalu meninggalkan si gadis mungil sendiri. Ini bukan cerita tentang kehidupan si gadis mungil dan si gadis bersuara laki-laki. Ini kisah tentang salah satu diantara keduanya. Fatima Nayyer Azahra panggil saja Ahra. Gadis mungil yang pendiam, pintar tapi memiliki takdir yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Semua baik-baik saja sebelumnya. Dia dikelilingi orang-orang yang begitu menyayanginya. Dia memiliki ibu dan seorang adik laki-laki bernama Hirham Adzan. Ahra juga memiliki 2 sahabat yang selalu ada saat dia sedih maupun senang. Hani Fairuz si gadis bersuara laki-laki itu salah satunya dan Eleanor Clemira. Mereka sudah seperti saudara. Apapun yang membuat Ahra bahagia, Fai dan El ikut bahagia. Begitupun sebaliknya, apapun yang membuat Ahra sedih, Fai dan El juga merasakan hal yang sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines