We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 5, 2021
WpInfo
Poetry
Kamu. Lagi-lagi tentang kamu. Aku sepertinya tak pernah kehabisan kata saat menuliskanmu. Malam itu, aku bertanya, "Siapa yang harus jadi objek tulisanku kali ini?" Kamu menjawab, "Aku aja. Biar kamu nggak bosan menuliskan namaku dalam hatimu." Aku tertawa kecil membaca pesanmu. Seraya menulis balasan, "Apa pun yang berhubungan denganmu selalu menyenangkan. Kadang menyebalkan, tapi tetap menyenangkan." Terima kasih, ya. _________ Tulisan-tulisan ini lahir dari sebuah bola mata yang setiap pandangannya mampu melahirkan setiap kata, sehingga membentuk suatu kalimat lalu aku menjadikannya sebuah puisi... Selamat membaca gaissss❤️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Echoes of past Longing
  • Cinta Berbalut Puisi
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • GILANG
  • DAMIAN
  • CERPEN (END)
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • love's poetry
  • BAPER {SELESAI}
  • | About You |

Sejak bangku Sekolah Dasar, Kate dan Livia telah berbagi cerita, tawa, dan rahasia kecil yang hanya dimengerti oleh sahabat sejati. Kini, di usia dua puluh tahun, kedekatan mereka tak pernah luntur. Kate adalah sosok yang jatuh cinta pada kata-kata. Ia menulis puisi seolah-olah sedang mencurahkan isi hatinya, membaca buku seperti melarikan diri ke dunia lain. Musik adalah pelengkap dunianya-sesekali ia bermain piano, memetik gitar, bernyanyi lirih, atau memasak camilan kecil sebagai teman senyap dalam kesendiriannya. *** Pertemuan pertamanya dengan Harley terjadi begitu sederhana-di perpustakaan, ketika laki-laki itu secara tidak sengaja menyenggolnya. Dari insiden kecil itu, tumbuh sesuatu yang jauh lebih besar dari yang pernah mereka bayangkan. Enam tahun mereka bersama, menulis kisah yang indah sekaligus rumit. Hingga suatu hari, tanpa kata yang cukup, mereka memilih untuk berjalan di jalan yang berbeda. Bukan karena tak cinta, tapi karena cinta saja tak lagi cukup. Kini, setelah sekian waktu berlalu, Harley datang kembali-membawa tawaran yang mengusik hati Kate. Ia ingin Kate menjadi vokalis di band-nya. Pertanyaannya: akankah Kate mengiyakan, saat hati mereka pernah retak oleh kisah yang belum tuntas? -Happy Reading, enjoy every page!

More details
WpActionLinkContent Guidelines