ZAY
  • WpView
    Прочтений 471
  • WpVote
    Голосов 111
  • WpPart
    Частей 3
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published птн, окт. 21, 2022
WpInfo
Fiction
Fantasy
Ketika tangis kita pecah pertama kali terdengar di dunia, ketika itu pula kita sebagai manusia telah menandatangani sebuah kontrak kehidupan. Sebuah kontrak yang tidak mudah. Akan ada banyak hal-hal yang mengejutkan esok hari. Baik yang senang, ataupun yang tidak senang. Baik yang diinginkan, atau tidak kita inginkan. Baik yang membahagiakan, atau menyedihkan. Kita harus siap menerimanya. Karena tidak ada takdir buruk yang digariskan oleh Tuhan. "Hidup itu teka-teki Zay, takdir itu misteri." Tanpa kita sadari, kontrak kehidupan masih terus berjalan, hingga saat ini. Hanyasaja dengan frekuensi yang berbeda dengan hal-hal yang kita alami di masa lampau. Kali ini lebih besar. Lebih membuat kita tersadar. Bahwa kehidupan, hanya tentang sebuah siklus yang berulang, siklus membentuk spektrum kisah yang terpilin menjadi satu menuju titik akhir. "Siapapun yang terlahir, ia harus siap menghadapi dunia yang penuh keabstrakan. Kau tidak bisa mengubah takdir. Kau hanya bisa menyetirnya. Atau kau akan tenggelam dengan segala misteri yang ada di dalamnya." Semua yang ada di dunia, hanyalah tentang terbit dan tenggelam. Siapapun yang telah menerima kontrak kehidupan harus mengerti, bahwa di tiap-tiap terbit dan tenggelam tersimpan banyak rahasia yang hanya diketahui oleh Tuhan.
Все права сохранены
#6
fcp
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Penghujung Takdir (selesai)
  • Cerita Tentang Zeeya
  • ILHAM UNTUK MELLY [SELESAI]
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Destiny ✓
  • Fake Nerd Girl  [SUDAH TERBIT]
  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • The Magic Books

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту