The Another Hapiness

The Another Hapiness

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 29, 2021
21+ (Bacaan hanyalah sebuah fiksi, jangan ditiru! Mohon kebijakan pembaca, untuk yang dibawah umur harap tinggalkan cerita ini!) Sebuah cerita rahasia yang menceritakan 'kebahagiaan' yang berbeda. Kisah yang mungkin akan dipenuhi warna yang penuh dengan pekik dan tawa. Kisah yang disimpan lama sehingga dengan penuh dengan kepedihan akhirnya ia buka kembali. Sakit yang begitu mendalam sehingga ia menemukan kebahagiaan, kebahagiaan yang 'berbeda'
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Senandung Kematian [Selesai]
  • BAD SEVENTEEN
  • SILENCED AT 302 [END]
  • THE FAMILY CODE: SECRETS [𝐸𝑁𝐷]
  • Miracle of Survival [END]
  • Lolipop berdarah
  • Satu Ruang Untuk Bahagia
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Di Antara Tawa dan Tragedi

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines