Alana ( friend or lover )

Alana ( friend or lover )

  • WpView
    Dibaca 208
  • WpVote
    Vote 36
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Okt 24, 2021
WpInfo
Fiksi
Aksi dan Thriller
Sekarang aku sadar bahwa persahabatan cewek dan cowok tidak akan berjalan mulus sesuai yang aku inginkan. Semua pada akhirnya akan berakhir entah menjadi orang asing yang tak mau saling kenal lagi, atau menjadi kekasih yang sama sama tidak mau kehilangan. Aku tau beberapa cerita persahabatan di novel yang sering kubaca. Dan semua endingnya nyaris sama, Tapi kenapa yang aku alami ini berbeda. Bahkan jauh berbeda. Tapi walau aku tau persahabatan cewek dan cowok tak akan abadi, ya setidaknya aku tak melewatkan satu momen pun bersama mereka. Mereka 3 sahabatku yang selalu berusaha membuatku selalu tersenyum dengan cara mereka sendiri. "Kamu Sadar gak sih sebenarnya aku sejak dulu menyukai mu. Aku cinta, dan aku mau kamu jadi milikku seorang. Iya aku tau aku egois. Tapi jujur itulah yang aku mau" kata salah satu dari 3 sahabatku, Sambil menangis dia memegang tanganku sambil berlutut. Aku hanya bisa terdiam dan tak bisa berkata apa pun. Jujur aku terkejut aku tak menyangka akan mendengar kata kata seperti ini dari mulut sahabatku sendiri. Aku berjalan di lorong sekolah dan bertemu dengan salah satu sahabatku. Tapi kami hanya berpapasan Tanpa bertegur sapa. Jangankan bertegur sapa saling pandang pun kami tidak. "Semua kulakukan hanya untukmu. Tapi kalo kamu merasa terganggu. Aku minta maaf. Dan aku tak kan mengganggu mu lagi" Kata dia sambil beranjak pergi Aku hanya bisa menangis. "Semua akan berakhir dengan bahagia, kalo belum bahagia berarti belum berakhir" tapi kenapa aku merasa ini akhir dari semuanya. Dan nyatanya ini berakhir dengan kesedihan. "I love you" katanya kepadaku "I love you too" jawabku sambil tersenyum kepadanya Aku tak menyesali semua yang terjadi dalam hidupku. Karena aku sangat menikmati semua tragedi dalam hidupku. Aku tak kehilangan semuanya. Aku cuman merindukan beberapa momen yang tak kan pernah aku lalui lagi bersamanya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#27
ramaikan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Bitter Is You || ✔ ||
  • He is not My Best Friend (End)
  • We're destined to met, not to united.
  • My possesive boyfriend
  • I Love You
  • Antara Cinta dan Persahabatan
  • KIARA [END]
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Three Targeted Girls!!
  • Ayesha Transmigration

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan