45 Days

45 Days

  • WpView
    Reads 366
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 8, 2021
"Mamas tau gak kalau di atas langit masih ada langit? Kalau di bawah langit mamas tau kan ada apa?" "hm, ada apa?" "Ada Byra yang selalu mencintai mamas" 'Buaya Betina' pikir laki-laki yang sedang mengangguk kan kepala maklum menghadapi sikap perempuan di depan nya. Entah sudah berapa ratus ribu kali lima puluh juta perempuan ini melemparkan gombalan tanpa ragu, tanpa tau malu. Byrata Anindhira Pratista, tertawa malu setelah berhasil melemparkan gombalan pada laki-laki di depan nya. Menatap antusias menunggu jawaban apa yang akan keluar dari mulut laki-laki tersebut meski tahu pasti kalau laki-laki ini hanya akan tersenyum atau menganggukkan kepala setelahnya. 'Mas Akta' begitu Byra menyebutnya, Byakta Satria Ananda.. Byra tau, bukan ia perempuan yang Byakta sukai saat ini. Tapi waktu masih panjang, masih ada hari esok, lusa, dan hari-hari berikutnya untuk memperjuangkan laki-laki dengan mata paling teduh sedunia yang pernah Byra temui ini. Kalau Byakta bersikeras bahwa tak ada kata 'mungkin' untuk mereka, maka Byra akan lebih bersikeras bahwa 'kemungkinan' akan slalu ada. "Jangan menolak jodoh mas, kalau tuhan udah bilang kita jodoh, ntar lo mau apa?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ArKa (End)
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Gus Zayn : Langit Biru di Yogyakarta
  • GALAXY
  • Journey
  • GALAKSI BIMASAKTI
  • tentang sebuah rasa
  • Antara Langit Dan Perasaan
  • I Love My Little Sister
  • DEAR ANNETHA

Typo bertebaran! Belum di revisi!!! "Tadi pas gue pegang lo, lo bilang bukan mahrom tuh maksudnya apa?" Mendapat pertanyaan tersebut membuat Chika menoleh dan melihat mata Arya sekilas. Entah mengapa ia tidak kuat jika harus menatap pria itu. "Itu... Maksudnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, tidak boleh berpegangan atau bersentuhan. Kecuali udah menikah" jelasnya. "Orang tua?" tanya Arya lagi. "Boleh, saudara kandung juga boleh, saudara laki-laki atau perempuan dari orang tua juga boleh, keponakan laki-laki atau perempuan juga boleh, kakek nenek kandung juga boleh, dan pelayan tua. Itu sih kayaknya yang boleh," Jelasnya memperhatikan bibir pink dan tebal milik Arya. "Gue sama lo?" tanya Arya lagi. "Nggak boleh, kecuali kita udah nikah," jawabnya spontan. Membuat ia membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapannya. Arya yang melihat tingkah Chika pun malah terkekeh. "Lo mau nikah sama gue?" goda Arya. "Idih! Ogah banget!" ujarnya dengan suara yang meninggi. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan dirinya. "Santai aja kali," jawab Arya santai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines