Story cover for 45 Days by otprims
45 Days
  • WpView
    Reads 351
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 351
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Aug 28, 2021
"Mamas tau gak kalau di atas langit masih ada langit? Kalau di bawah langit mamas tau kan ada apa?"

	    "hm, ada apa?"

	    "Ada Byra yang selalu mencintai mamas"

	    'Buaya Betina' pikir laki-laki yang sedang mengangguk kan kepala maklum menghadapi sikap perempuan di depan nya. Entah sudah berapa ratus ribu kali lima puluh juta perempuan ini melemparkan gombalan tanpa ragu, tanpa tau malu. 

        Byrata Anindhira Pratista, tertawa malu setelah berhasil melemparkan gombalan pada laki-laki di depan nya. Menatap antusias menunggu jawaban apa yang akan keluar dari mulut laki-laki tersebut meski tahu pasti kalau laki-laki ini hanya akan tersenyum atau menganggukkan kepala setelahnya.
  
         'Mas Akta' begitu Byra menyebutnya, Byakta Satria Ananda..

          Byra tau, bukan ia perempuan yang Byakta sukai saat ini. Tapi waktu masih panjang, masih ada hari esok, lusa, dan hari-hari berikutnya untuk memperjuangkan laki-laki dengan mata paling teduh sedunia yang pernah Byra temui ini. Kalau Byakta bersikeras bahwa tak ada kata 'mungkin' untuk mereka, maka Byra akan lebih bersikeras bahwa 'kemungkinan' akan slalu ada.

         "Jangan menolak jodoh mas, kalau tuhan udah bilang kita jodoh, ntar lo mau apa?"
All Rights Reserved
Sign up to add 45 Days to your library and receive updates
or
#882fiksiumum
Content Guidelines
You may also like
Rumah Sepasang Luka ✓ by _SahabatReza
52 parts Complete
Prekuel 'Still The One' "Terlalu banyak hal yang aku takuti, merasa lelah dan tak bisa meraih mimpi. Dunia terlalu kejam untuk aku yang takut sendiri." - Mayang Eira Calista *** Ini tentang Aby dan Maya, yang terpaksa harus menikah di penghujung masa SMA karena kejadian salah paham yang menimpa mereka. Semuanya terjadi begitu saja, mereka kepergok tidur bersama di kamar Maya. Menikah muda dengan status masih SMA tidaklah mudah, apalagi setelah kejadian itu hidup keduanya benar-benar berubah. Banyak rintangan yang harus mereka lewati berdua, melanjutkan hidup tanpa bimbingan orang tua, atau orang-orang terdekatnya. Keduanya terluka, sama-sama kehilangan rumah tempatnya pulang. Jika rumah Maya sudah hancur jauh lebih lama sebelum kejadian itu, berbeda dengan Aby yang dipaksa pergi karena tak dipercaya lagi. "Lo bisa percaya sama gue kan, May?" "Percaya apa?" tanya Maya tak mengerti. "Mungkin kehidupan kita akan lebih sulit ke depannya, apalagi dengan status kita yang suami istri dan juga pelajar. Orang akan menilai kita dengan sebelah mata, kalau tau. Tapi, apa pun yang akan terjadi nanti, gue akan berusaha untuk terus jagain lo. Berusaha untuk membuat lo tetap baik-baik aja bersama gue. Untuk itu, gue tanya. Apa lo bisa percaya sama gue?" "Gue bisa percaya, selagi lo nggak akan tinggalin gue. Gue takut sendiri, By." "Lo nggak akan pernah sendiri, gue nggak akan tinggalin lo." Pada saat itu, semuanya dimulai. Mampukah mereka menjalani hari-hari terberatnya? Apalagi, ketika tahu Maya hamil. Apakah Aby dan Maya bisa menerimanya? •Rumah Sepasang Luka• 18+
You may also like
Slide 1 of 10
Crazy Marriage cover
Journey  cover
DEAR ANNETHA cover
ANGKASA (END)✅ cover
I Love My Little Sister cover
Antara Langit Dan Perasaan  cover
ARA (tamat)  cover
Gus Zayn : Langit Biru di Yogyakarta cover
Disguise... [END] cover
Rumah Sepasang Luka ✓ cover

Crazy Marriage

41 parts Complete

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"