Story cover for SEMBUH by ailysmyh
SEMBUH
  • WpView
    Odsłon 684
  • WpVote
    Głosy 99
  • WpPart
    Części 15
  • WpView
    Odsłon 684
  • WpVote
    Głosy 99
  • WpPart
    Części 15
W trakcie, Pierwotnie opublikowano sie 29, 2021
Dia tumbuh dengan luka.
Dia beranjak dengan air mata.
Pundaknya begitu berat menahan beban. Ada begitu banyak yang menyakiti hatinya, ada juga yang menghalangi langkahnya.

"Kata orang, hidup terlalu rumit dan sulit untuk diurai."

"Nggak ada yang bisa ngerti selain diri sendiri."

"Tau, itu alasan kenapa gue nggak pernah ngeluh ke orang-orang."

"Nggak ada salahnya buat lo ngeluh, dengan lo berbagi bisa bikin sedikit beban lebih ringan."

"Bukannya nggak mau, tapi gue udah terbiasa dengan keadaan kayak gini, orang-orang nggak tau tentang gue. Taunya gue cuma orang yang sabar dan nggak punya masalah."

Mata indah gadis itu menatap lawan bicaranya dengan tatapan teduh.

"Pada akhirnya, cuma diri sendiri yang bisa nolong kita supaya bisa bangkit lagi."

_____


Selalu berusaha jadi pribadi yang kuat dan berjanji untuk bertahan hidup.

Ayo sembuh bersama.

Cover by Pinterest
2 September 2021
Copyright, Ainiatul Islamiyah.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Zarejestruj się, aby dodać SEMBUH do swojej biblioteki i otrzymywać aktualizacje
lub
#205mental
Wytyczne Treści
To może też polubisz
To może też polubisz
Slide 1 of 10
Di Antara Tawa dan Tragedi  cover
Aku dan Luka [Sudah Terbit]  cover
Sweet Nothing cover
Full Of Scratches cover
AghaVela [SELESAI] cover
Let Me Love You Longer cover
IM br(OK)en✓ cover
Sejenak Luka cover
Menyerah atau Bertahan? cover
ALEYA~~ cover

Di Antara Tawa dan Tragedi

22 części W trakcie

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."